PERKUAT PEMANFAATAN TATA RUANG LAHAN PERTANIAN DAN PERIKANAN, TIM PDB UNNES GELAR EDUKASI DI SARIMULYO

Perkuat Pemanfaatan Tata Ruang Lahan Pertanian dan Perikanan, Tim PDB UNNES Gelar Edukasi di Sarimulyo

PATI-JAYANEWS.COM – Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan edukasi pemanfaatan tata ruang lahan pertanian dan perikanan di Desa Sarimulyo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Selasa, 12 Agustus 2026.

Kegiatan yang menyasar Kelompok Tani “Berkah Tani Nusantara” dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Berkah Alam Nusantara” ini menjadi langkah strategis untuk mendorong masyarakat membangun sistem pertanian terpadu yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Program PDB UNNES di Desa Sarimulyo diketuai oleh Prof. Dr. Muhammad Khumaedi, M.Pd., dengan anggota Muhammad Ansori, S.T.P., M.P., Dwi Nur Yuliyani, S.Si.,M.Ling., dan Syam Widia, S.E., M.B.A.

Dalam pemaparannya, narasumber Dwi Nur Yuliyani, S.Si., M.Ling. menekankan pentingnya pemanfaatan lahan berdasarkan karakteristik tanah, ketersediaan air, kondisi iklim, kemiringan lahan, akses pasar, kesesuaian tata ruang, serta potensi integrasi pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Pendekatan ini mengubah cara pandang dari pemanfaatan lahan secara sektoral menuju pengelolaan lahan sebagai satu ekosistem produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa,” ujarnya.

Prinsip utama yang diperkenalkan adalah pertanian berkelanjutan dengan 3 pilar : efisiensi sumber daya, minimalisasi limbah, dan penerapan siklus tertutup antarsektor.
Efisiensi dilakukan melalui optimalisasi air, lahan, dan energi seperti irigasi tepat, rotasi tanaman, dan pemetaan zonasi lahan produktif. Sementara limbah diolah kembali menjadi sumber daya, contohnya sisa tanaman untuk pakan, kotoran ternak untuk pupuk organik, dan air budidaya ikan yang diolah melalui IPAL.

Untuk memperkuat konsep tersebut, tim juga memperkenalkan inovasi PORTAMINA (Portabel Mina Padi). Inovasi ini mengintegrasikan budidaya padi, ikan, dan lobster air tawar dalam satu ekosistem sinergis.

Narasumber materi PORTAMINA, Riyanto, S.P. dari Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pati, menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi atas keterbatasan diversifikasi usaha dan rendahnya margin padi. Dengan memanfaatkan padi Mentik Wangi yang tahan genangan dan integrasi biota air, satu lahan dapat menghasilkan beberapa komoditas sekaligus.

Selain itu, tim PDB juga menghadirkan sejumlah Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk menunjang pertanian dan perikanan, seperti mesin pengering pelet ikan/bed dryer, Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO), mesin penepung, mesin perontok padi/power thresher, hingga optimalisasi aerator pada budidaya perikanan.

“TTG ini bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas usaha masyarakat secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Prof. Khumaedi.

Program PDB ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Tahun Anggaran 2026.

Tidak hanya teknologi, pada 14 Juni 2026 tim juga telah melakukan pendampingan diversifikasi olahan produk pertanian dan perikanan menjadi dimsum, pentol ikan, dan rempeyek berbasis tepung kacang hijau. Pendampingan manajemen produksi dan pemasaran juga turut dilaksanakan.

Dengan rangkaian program ini, diharapkan Desa Sarimulyo dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu mengoptimalkan sumber daya alam melalui tata ruang lahan yang terpadu dan inovatif.**

Nur Fateah
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!