Indramayu Jelang 5 Abad: di Persimpangan Antara Kejayaan dan Kehancuran

Oleh: Wari Dewan Redaksi JayaNews.Com.

Oktober 2027 nanti, Indramayu genap 500 tahun. Setengah milenium. Usia yang tidak main-main.

Dari sebuah pedukuhan yang dibuka oleh Wiralodra dengan bambu dan doa, kita tumbuh menjadi kabupaten terluas di Jawa Barat, lumbung padi nasional, penopang energi nasional dengan Kilang Balongan dan PLTU Sumuradem. Kita punya segalanya. Tapi pertanyaan paling jujur menjelang 5 abad ini adalah: kita sedang menuju kejayaan, atau justru sedang berjalan pelan menuju kehancuran?

Kita Kaya, Tapi Kenapa Tetap Miskin?.

Ini ironi terbesar Indramayu.

Kita disebut lumbung padi. Tapi petaninya menjerit karena pupuk langka, harga gabah dipermainkan tengkulak, dan sawah-sawah produktif di Patrol, Kandanghaur, Sliyeg pelan-pelan berubah jadi perumahan dan industri.

Kita adalah jantung energi nasional. Lifting minyak dan gas kita miliaran rupiah per hari. Tapi desa-desa di sekitar Balongan masih gelap karena listrik tidak stabil, dan anak-anak nelayan di Karangsong masih putus sekolah.

Data BPS tidak berbohong. Indramayu masih masuk kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Barat. Kita kaya secara statistik, miskin secara fakta.

Ancaman Kehancuran Itu Nyata, Bukan Drama..

Jelang 5 abad, ada tiga bom waktu yang kita pelihara sendiri:

1. Bencana Ekologis yang Kita Abaikan.

Abrasi di utara sudah menelan puluhan hektare tambak di Losarang, Pasekan, Cantigi. Rob sudah masuk ke permukiman. Jika mangrove terus ditebang dan reklamasi dibiarkan tanpa amdal yang jujur, 20 tahun lagi peta Indramayu akan berbeda. Kita bisa kehilangan kecamatan.

2. Krisis Generasi.

Anak-anak muda Indramayu paling banyak jadi apa? TKI dan TKW. Bukan karena tidak cinta kampung, tapi karena kampung tidak memberi harapan. Sementara itu, 44.000 beasiswa PIP yang diperjuangkan wakil kita di Komisi X DPR RI, H. Dedi Wahidi, masih jadi satu-satunya jembatan banyak anak untuk tetap sekolah. Kalau pendidikan tidak jadi prioritas APBD, bukan cuma bonus demografi yang hilang, tapi Indramayu akan kehilangan masa depannya.

3. Politik yang Jalan di Tempat.

Sudah 500 tahun, tapi kita masih berkutat pada politik patron-klien, politik proyek, politik bansos. Kita belum bicara tentang visi 100 tahun ke depan. Kita belum punya cetak biru Indramayu sebagai kota industri pesisir yang modern, kota agromaritim yang mandiri. Yang kita punya masih: siapa dapat apa, siapa dekat siapa.

Lalu, Jalan Kejayaan Itu Seperti Apa?.

Kejayaan Indramayu tidak akan datang dari Jakarta. Tidak akan datang dari investor yang hanya mengeruk.

Kejayaan itu ada jika kita berani melakukan 3 pertobatan:

Pertama, Pertobatan Ekologi.

Stop jual murah sawah dan tambak. Jadikan Indramayu pusat ketahanan pangan dan energi terbarukan. Kita punya matahari paling terik untuk solar panel di tambak-tambak yang sudah tidak produktif.

Kedua, Pertobatan Pendidikan.

APBD harus memihak ke SDM. Bangun Politeknik Kelautan dan Pertanian, bukan cuma gedung serbaguna. Kalau anak Indramayu jadi insinyur perminyakan di kilangnya sendiri, jadi ahli perikanan di lautnya sendiri, baru kita merdeka.

Ketiga, Pertobatan Kepemimpinan.

Menjelang 500 tahun, Indramayu butuh pemimpin yang tidak hanya berpikir 5 tahunan (periode jabatan), tapi berpikir 50 tahunan. Pemimpin yang berani berkata tidak pada kebijakan yang merusak, walau itu menguntungkan secara politik.

Wiralodra dulu membuka hutan dengan visi. Dia tidak tahu Indramayu akan jadi seperti apa 500 tahun kemudian. Tapi dia menanam harapan.

Tugas kita hari ini menjelang 5 abad bukan merayakan pesta dan baleho. Tugas kita adalah menjawab: Apakah 100 tahun dari sekarang, anak cucu kita masih akan bangga menyebut dirinya Wong Dermayu? Atau mereka hanya akan menceritakan bahwa dulu ada sebuah kabupaten bernama Indramayu yang kaya raya, tapi tenggelam karena keserakahannya sendiri?

Pilihan itu ada di tangan kita. Hari ini.


Indramayu, 7 Oktober 2026.
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!