Tingkatkan Daya Saing UMKM Olahan Hasil Perikanan, Tim PKM UNNES Terapkan Teknologi Tepat Guna di KSM Srikandi Cipta Bahari
SEMARANG, Jaya News.Com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) turun langsung membantu transformasi KSM UMKM Srikandi Cipta Bahari di Tambak Mulyo RW 15 No. 15, Tanjung Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna dan strategi digitalisasi agar produk olahan hasil perikanan mitra mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Ir. Astrilia Damayanti, S.T., M.T, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap keterbatasan operasional KSM Srikandi Cipta Bahari. Selama ini produksi hanya dilakukan saat ada acara atau kunjungan tamu.
“Kendala utama mereka adalah penggunaan peralatan rumah tangga konvensional yang membuat kadar minyak tinggi dan menyebabkan endapan minyak dalam 3 hari. Belum lagi tidak adanya mesin induction sealer dan spinner minyak sehingga kemasan sering rembes dan merusak estetika stiker. Akibatnya mereka tidak berani kirim luar kota,” jelas Astrilia.
Hibah Mesin dan Pelatihan Digitalisasi
Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim PKM UNNES yang didanai KemdiktiSaintek menghadirkan dua mesin: spinner minyak untuk mengurangi minyak berlebih agar produk lebih renyah dan awet, serta induction sealer untuk menyegel kemasan agar kedap udara, higienis, dan tidak rembes.
Selain itu, tim juga melakukan pendampingan digitalisasi. KSM Srikandi Cipta Bahari dibantu membuka toko di marketplace Shopee. Para pelaku UMKM dilatih mengelola toko daring, membuat katalog, menulis deskripsi produk, hingga strategi promosi.
“Melalui mesin induction sealer, spinner minyak, dan pendampingan pemasaran digital ini, kami berharap KSM Srikandi Cipta Bahari mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, berpenampilan profesional, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Astrilia.
Tim pengabdi lainnya terdiri dari Ari Nur Dwi Musyono, S.Pd., M.Pd; Indri Murniawaty, S.Pd., M.Pd; Muhammad Rizky Romadhon, Kiki Faisal Mabrur, dan Wisnu Wardana. Sebanyak 10 anggota KSM Srikandi Cipta Bahari mengikuti kegiatan ini.
Omzet Naik 2 Kali Lipat
Hasilnya langsung terasa. Kadar minyak pada peyek udang rebon berkurang drastis dan sambal udang tidak lagi mudah merembes.
Lutfiatun, pelaku UMKM peyek udang rebon, menuturkan:
“Dengan adanya mesin spinner minyak ini, kadar minyak pada produk saya sudah berkurang drastis. Dari yang tadinya banyak endapan minyak di bawah kemasan, sekarang sudah sangat berkurang sehingga saya tidak risau kalau produknya dijual sampai keluar kota. Lalu dengan adanya pemasaran digital ini, produk saya sudah sampai ke Jakarta sehingga omzet saya naik 2 kali lipat dari yang awalnya 2-3 kilo, sekarang bisa menjual sampai 6-7 kilo.”
Senada disampaikan Suntiah, produsen sambal ikan teri:
“Setelah menggunakan mesin induksi sealer, proses pengemasan produk saya menjadi lebih aman. Dari yang tadinya banyak minyak dari sambal merembes keluar, sekarang sudah tidak lagi. Dengan pemasaran digital, produk saya juga sudah sampai Jakarta, sehingga omzet saya naik dua kali lipat.”
Rencana ke Depan
Ke depan, KSM Srikandi Cipta Bahari ditargetkan menjadi UMKM yang mandiri, produktif, dan konsisten memproduksi serta memasarkan olahan ikan secara berkelanjutan. Dengan bekal teknologi dan keterampilan digital, mereka diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada kunjungan tamu, melainkan siap menguasai pasar nasional bahkan global.
Produk mitra kini sudah bisa dipesan di:
Shopee: *Sambal Sagara* – https://id.shp.ee/F5vSiejN
Shopee: *Peyek Bu Lutfi* – https://id.shp.ee/iBYcpWu9
Nur Fateah
——-
![]()
