Diskusi ForJis Ba’da Jumat, 7 Agustus 2026, Sungguhkah Akan Ada Kerusuhan


*Diskusi ForJis Ba’da Jum’at, 7 Agustus 2026, Sungguhkah Akan Ada Kerusuhan*

Oleh : Jacob Ereste

Masalah pagar tinggi yang di bangun mengelilingi mall gedung bank di berbagai kota di Pulau Jawa sejak Juli 2026 menunjukkan keresahan dan kekhawatiran pihak pengelola benar akan terjadi aksi besar yang dapat menimbulkan kerusuhan pada bulan Agustus 2026 ini seperti yang sudah diperkirakan oleh banyak pihak. Kendati alasan dari pihak pengelola APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) menyatakan pagar tinggi itu dibuat untuk menata lalu lintas, jalus ojek online dan pengamanan area.

Sikap kecemasan dan kekhawatiran pihak pengelola, semakin dipertegas oleh Gubernur DKI Jakarta yang meminta agar pagar tinggi tersebut segera dilepas, karena kondisi Ibu Kota Jakarta dipastikan aman. Dan sejumlah pagar yang baru dibuat cukup tinggi itu telah dibongkar bagi pejalan kaki. Sementara di lokasi yang lain, seperti di Kota Semarang, Solo dan Yogyakarta maupun Bandung, Atlantika Institut Nusantara belum memperoleh informasi yang pasti tentang kondisi di sejumlah tempat tersebut.

Momentum Tujuh Bekas Agustus 2026, bukan sekedar kalender yang beralih warna menjadi merah dan putih, tetapi menjelang hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81, kolaborasi lintas elemen : PPJNA 98, Majelis Shalawat Cahaya Nusantara, Sinergi Media Merah Putih dan Rumah Literasi Merah Putih menggelar “Gema Agustus Berzikir dan bershalawat untuk keberkahan dan keselamatan negeri” untuk tidak hanya berpesta semata, tapi juga bersujud syukur secara transendental. (bismisnrws.net/2026/08/04)

tradisi membaca Al Qur’an, melantunkan shalawat, dan mendaras zikir secara kolektif adalah ekspresi seni yang sakral. musikalisasi spiritual ini memang mampu menggetarkan simfoni makrokosmos mampu menenangkan jiwa yang resah dan gundah. Meski begitu, toh sejumlah Aktivis Api Perubahan Indonesia yang dikoordinasi oleh M.Nur Lapong SH, akan menggelar diskusi yang terkait dengan keresahan tersebut bertema “Pertarungan Politik Dalam Skenario Rencana Kerusuhan Bulan Agustus” bersama nara sumber : Dr. Muzakkir Djabir, staf ahli DPD RI, Amur Hamzah, Pengamat Kebijakan dan Intelijen Indonesia, Buyung Ishak SH., Aktivis UI Bangkit, dan Agung Marsudi, Direktur Duri Institut serta Sopian Kasim SH., MH, Kelompok Studi Wawasan Nusantara, pada ba’da Jum’at, 7 Agustus 2026 di Coffe Mas Miskun, Jl. Percetakan Negara No. 15, Paseban, Jakarta.

Pemagaran mall yang cukup menghebohkan bermula dari Surabaya. Khusus di Tunjungan, pagar permanen untuk mendukung pengamanan ketika berlangsung aksi demonstrasi di sekitar Gedung Negara Grahadi. (detikcom, 30/7/2026). Artinya, keresahan dan kegundahan itu jelas adanya. Walau aksi besar bisa saja tertunda, tidak terjadi pada bulan Agustus 2026. Atau sekedar bagian dari operasi kodok, sekedar ingin menimbulkan kegaduhan semata.**


Banten, 5 Agustus 2026
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!