Memaknai Kemerdekaan Dalam Kerjasama Dengan Media Sosial Berbasis Internet Indonesia


*Memaknai Kemerdekaan Dalam Kerjasama Dengan Media Sosial Berbasis Internet Indonesia*

Oleh : Jacob Ereste

Potensi Jurnalis Online berbasis internet, patut mendapat perhatian pemerintah. Jumlahnya yang bejibun, merupakan potensi yang dapat dikembangkan agar jagat media online berbasis internet bisa lebih maksimal memberi manfaat untuk ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan sehat. setidaknya, bisa ikut menekan berita dan informasi hoax, tidak mendidik masyarakat dapat lebih kritis dan cerdas untuk mengatasi masalah kebodohan, sekaligus kemiskinan seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945.

Upaya untuk mendayagunakan peran jurnalis online idealnya menjadi kewajiban pemerintah dengan memanfaatkan sumber daya jurnalis online yang terus bertumbuh menggantikan fungsi dan peran media mainstream yang semakin dominan ditinggal oleh penggemarnya yang beralih ke media sosial yang lebih efektif dan lebih efisien karena terus berkembang menyedot banyak penyinta untuk memperoleh informasi, publikasi maupun komunikasi yang lebih cepat dan praktis serta murah meriah. Meski begitu, toh pengelolaan media berbasis internet — dalam berbagai bentuk model dan tampilannya — whatsapp, face book, telegram, Instagram, youtub, tiktok dan sebagainya itu bisa dimanfaatkan dengan jalinan kerjasama instansi pemerintah dalam mengatasi kelemahan publikasi dari berbagai program, kegiatan, aktivitas hingga berbagai informasi yang patut dan diperlukan untuk diketahui oleh masyarakat luas.

Kerjasama media online berbasis internet dengan segenap instansi pemerintah, juga dapat diharap bisa menjadi bagian dari upaya pembinaan guna meningkatkan kualitas sajian media online berbasis internet — yang menjadi dapat dipilih model dan bentuknya — sesuai yang diinginkan oleh instansi pemerintah yang memerlukannya sebagai mitra rengan insentif yang wajar untuk mengembangkan potensi dan mutu dari kerja jurnalis sehingga dapat menjadi pekerja yang profesional.

Usulan dan gagasan ini sangat relevan menjadi bagian dari program Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto yang ideal sebagai bagian dari program nasional yang patut juga dilakukan untuk seluruh instansi pemerintah di daerah, sehingga keseimbangan informasi, komunikasi serta publikasi yang perlu diketahui publik secara terbuka dan transparan bisa menjadi bagian dari budaya kita dalam membangun bangsa dan negara yang lebih baik dan lebih beradab untuk memasuki era Indonesia Emas pada tahun 2045, setelah seabad perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia, hingga masuk ke pintu gerbang kemerdekaan yang nyata bersama segenap warga bangsa Indonesia.

Kesiapan seluruh warga bangsa Indonesia saat berada di dalam gerbang kemerdekaan — tak lagi bisa hanya menjadi penonton — termangu-mangu menyaksikan perubahan yang begitu cepat dipacu oleh ilmu dan teknologi modern yang semakin melesat, tanpa harus menunggu siapapun untuk mampu mengikuti arus deras yang terus menggulung tanpa henti tiada ada titik akhirnya.

Persaingan yang sehat pun dalam tata kelola media sosial berbasis internet tidak lagi bisa diabaikan. Sehingga perlu dikelola secara profesional dengan cara kerjasama dengan masing-masing instansi pemerintah maupun pihak swasta — yang tidak hendak ditinggal oleh jaman yang terus bergerak dan berproses menemukan format dan konstruksinya yang baru berikut tata seni arsitektur yang memikat dan memberi gairah untuk hidup lebih baik, lebih bermutu dan manusiawi.

Jika tidak ada kepedulian, perhatian serta terobosan jenial dari pemerintah untuk memposisikan media berbasis internet di Indonesia sebagai mitra — anak asuh, corong penerang jagat — maka selamanya eksistensi dari media sosial berbasis internet di Indonesia akan dirasakan sebagai duri dalam tubuh yang semestinya bisa lebih sehat dan kuat dalam upaya membangun bangsa dan negara secara bersama yang patut mendapat dukungan dari segenap elemen bangsa. Sebab membangun — apapun bentuknya — tidak dapat dilakukan sendiri oleh pihak manapun. Setidaknya dari kebersamaan, beban berat yang harus dipikul sendiri dapat menjadi lebih ringan dan sempurna seperti yang diidealkan. Dan begitulah idealnya memaknai kemerdekaan dalam kebersamaan.**


Banten, 5 Agustus 2026
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!