Sutan Zainal Naik Tahta, Marwah Luhak Rambah Terjaga
ROKAN HULU-JAYA NEWS.COM – Dalam suasana khidmat yang sarat makna budaya, Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., bersama Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.H., menghadiri prosesi penabalan Dr. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., sebagai Raja Luhak Rambah bergelar **Sutan Zainal**. Acara adat sakral ini berlangsung di Taman Kota Pasir Pengaraian, Kamis (9/10/2025).
Penabalan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Luhak Rambah sekaligus menegaskan komitmen menjaga nilai-nilai Melayu di tengah arus modernisasi. Prosesi dilaksanakan sesuai tata cara turun-temurun dan dihadiri tokoh adat, pejabat daerah, serta masyarakat dari berbagai lapisan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, perwakilan Dinas Pariwisata Zulfikal, Camat Rambah Zulfan Alwi, S.P., Camat Rambah Hilir Mahadi, S.E., serta Camat Kepenuhan Hulu Juneidy, S.I.P., M.Si. Hadir pula sejumlah tokoh adat, antara lain Pj. Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul Datuk Drs. H. Yusmar, M.Si.; Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Rohul Datuk Seri H. Zulyadaini (gelar Datuk Saudagar Rajo); Sekretaris Dewan Kerapatan Adat (DKA) LAMR Rohul T. Samsul Bahri; Tengku Tezzy D. Dachlan selaku Zuriyat Bangsawan Luhak Rambah; serta Pucuk Suku Nun Tujuh Datuk Marjeni Yahya (gelar Bendaro Kayo Luhak Rambah).

Dalam sambutannya, Dr. Tengku Afrizal Dachlan menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. “Proses ini cukup panjang dan penuh pertimbangan. Alhamdulillah, dengan dukungan semua pihak, penabalan ini dapat terlaksana dengan baik. Amanah ini akan saya jalankan dengan niat tulus demi kebaikan masyarakat dan kelestarian adat budaya kita,” ujarnya haru.
Bupati Anton menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara adat tersebut. Menurutnya, tradisi penabalan raja bukan sekadar simbol, melainkan sarat pesan moral dan budaya bagi generasi muda. “Rokan Hulu dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk—negeri yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama. Kegiatan seperti ini bukan seremonial belaka, tetapi wujud nyata pelestarian identitas kita sebagai masyarakat Melayu,” tegas Bupati.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara pemerintah daerah, para datuk, serta masyarakat. Nuansa keakraban dan kebersamaan yang terjalin menandai semangat kolektif untuk terus menjaga marwah adat di tanah Luhak Rambah. Tradisi turun-temurun ini kembali menegaskan bahwa, di tengah kemajuan zaman, adat dan budaya tetap menjadi tiang penyangga kehidupan masyarakat Rokan Hulu.**
RN
—–
![]()
