*Rencana Joko Widodo Segera Menyambangi Berbagai Daerah Lebih Cepat Pasti Akan Lebih Baik*
Oleh : Jacob Ereste
Pengakuan Joko Widodo, mantan Presiden Indonesia ke-8 hendak memenuhi undangan warga masyarakat untuk memberikan motivasi dan bertemu dengan PSI serta relawan di daerah, segera akan dipenuhi setelah merasa sudah sehat. Tanggapan dari berbagai pihak kuat menduga, Joko Widodo akan mendatangi sejumlah daerah di Indonesia ini terkait dengan persiapan suksesi untuk tahun 2029 sekaligus “menebar modal” bagi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dan partai PSI untuk tampil kembali pada Pemilu 2029.
Terlepas dari keperluan itu semua, keinginan Joko Widodo menyambangi sejumlah rakyat di seluruh daerah di Indonesi, sungguh menarik dan penting, apalagi hendak memberi motivasi yang positif — tak hanya sekedar kesadaran politik — tapi juga patut diharap memberi efek pergerakan ekonomi yang terkesan mandek dan macet, tidak bergerak untuk mengatasi tekanan ekonomi yang semakin berat.
Kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia yang sangat luas, sungguh memerlukan dana yang tidak sedikit diperlukan oleh tim kunjungan untuk mantan Presiden Joko Widodo. Setidaknya dana triliunan rupiah akan bertebaran di daerah yang dikunjunginya itu, setidaknya untuk jamuan perhelatan dan biaya lainnya akan menyertai acara kunjungan itu, termasuk ongkos perjalanan dan akomodasi selama di daerah yang tidak mungkin dibebankan kepada negara. Jika pun ada partisipasi dari pejabat daerah setempat di tingkat provinsi, kabupaten dan kota hingga kecamatan atau bahkan untuk pemerintah tingkat desa, jejas tidak bisa menggunakan dana dari jas negara atau pemerintah setempat.
Karena itu, keinginan Joko Widodo hendak segera memenuhi permintaan warga masyarakat untuk disambangi ini guna mendapat motivasi maupun arahan — termasuk pandangan dan afiliasi politik guna mendukung Gibran Rakabuning Raka sebagai Wakil Presiden maupun hendak menjadi Presiden Indonesia mendatang serta membangun kekuatan satu partai yang kini dikuasai keluarga Joko Widodo melalui Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia).
Setidaknya pengamat politik, Ray Rangkuti menduga Jokowi keliling Indonesia katanya demi modal politik untuk Gibran “Jaga-jaga tak dipilih Prabowo lagi”, katanya seperti yang termuat luas melalui media (Tribunnews). Direktur Eksekutif Lingkar Madani, blusukan lekiling Indonesia yang dilakukan Joko Widodo untuk mendukung putra sulungnya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029 nanti. Apalagi agenda blusukan Joko Widodo itu nanti akan diisi pertemuan dengan kader Partai Solidaritas Indonesia. Meski begitu, Ray Rangkuti kuat menduga, Presiden Prabowo tak akan mau bersama Gibran Rakabuming Raka, seperti yang dikutif Kompas TV, Selasa 26 Mei 2026.
Lalu apa masalahnya jika kehendak Joko Widodo keliling daerah Indonesia itu dia lakukan ?
Tak ada masalah, kecuali sekedar etika kepatutan semata karena terlalu dini dilakukan. Namun untuk menjawab kecemasan dan kekhawatiran memang harus segera dipastikan langkah-langkah nyata agar tak terjadi penyesalan di hari kemudian. Jika pun kelak tidak tidak kesampaian juga, toh usaha sejak dini sudah dilakukan.
Namun yang lebih pasti adalah ongkos untuk semua itu jelas tidak kecil nilainya. Setidaknya — seperti pengalaman juru kampanye Pilpres sebelumnya — perlu dana triliunan rupiah. Secara ekonomi, tentu saja gerakan Joko Widodo bersama tim yang dia pimpin langsung akan memberi dampak positif pada rakyat ekonomi yang macet di semua lini. Sehingga desah gelisah rakyat kecil yang tergambar dari pedagang keliling kampung tampak sungguh sangat memprihatinkan. Belum lagi pada warga masyarakat kelas menengah yang semakin banyak menjajakan asetnya — rumah, tokoh, gudang, lahan dan sejumlah kendaraan yang memenuhi show room — hasil tarikan kredit tang macet atau pembelian jauh di bawah harga standar — sungguh menggambarkan kondisi ekonomi yang cukup parah. Belum lagi sejumlah bentuk badan usaha yang telah menggulung tikar usahanya.
Sungguh sulit dibayangkan betapa besar dana untuk blusukan Joko Widodo bersama tim kerjanya untuk menyambangi seluruh daerah yang dianggap rawan dan kurang memberi dukungan kepada partai yang dipimpin Kaesang Pangarep yang terbilang harus memulai dari titik nol. Kecuali itu, orientasi dari kader partai yang diharap muncul dan bertumbuh adalah generasi muda yang relatif belum memiliki modal sendiri, kecuali untuk mereka yang disangui oleh orang tua mereka masing-masing. Oleh jarena itu, estimasi dana untuk blusukan Joko Widodo hingga menjelang Pilpres 2029 — setidaknya setara dengan dana yang diperlukan oleh tim sukses Pilpres pada tahun yang lalu. Atau bahkan lebih, mengingat keberadaan Partai Solidaritas Indonesia di daerah relatif dominan belum banyak yang terisi.
Tampaknya, blusukan Joko Widodo ke berbagai daerah — yang konon kabarnya akan segera dimulai dari Lampung — pasti lebih cepat akan lebih baik. Lantaran untuk mempersiapkan semua itu — Pilpres dan membangun partai politik — sungguh tidak mudah. Apalagi kemudian mengharap tampilnya kader partai yang tangguh dan unggul. Tidak kaleng-kaleng.***
Banten, 30 Mei 2026
——
![]()
