KKN IAI Al-Azis di Sukajati: Ketika Data Keliru dan Masa Depan Dipertaruhkan


KKN IAI Al-Azis di Sukajati: Ketika Data Keliru dan Masa Depan Dipertaruhkan

Oleh: Ali Aminuloh

Dari Sukajati, Mahasiswa KKN Membaca Realitas, Menyemai Kesadaran

Angka bisa tampak meyakinkan, tapi kenyataan sering berkata sebaliknya.
Indramayu dicatat memiliki Indeks Pembangunan Manusia rendah, rata-rata lama sekolah hanya 6,7 tahun. Namun di desa-desa, banyak warga telah melampaui itu. Maka muncul paradoks: yang tertinggal sesungguhnya bukan masyarakatnya, melainkan datanya.

Paradoks inilah yang mengemuka dalam Seminar Proposal Program Kerja KKN mahasiswa IAI Al-Azis di Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis Indramayu, Senin (19/01/2026). Bertempat di Aula Balai Desa dan berlangsung pukul 10.00 WIB –11.15 WIB, forum ini menjelma lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia menjadi ruang refleksi bersama antara kampus dan desa tentang masa depan manusia Indramayu.

Dua Kampus, Satu Desa, Satu Tantangan

Tahun ini, Sukajati menjadi lokasi KKN dua perguruan tinggi: IAI Al-Azis yang untuk pertama kalinya hadir, dan IAI Al Amin yang telah lebih dulu berkegiatan sejak tahun lalu. Untuk efektivitas, wilayah kerja dibagi dua: Al-Azis menangani Blok 1 dan 2, sementara Al Amin Blok 3 dan 4.

PJs Kuwu Sukajati, Aleh, bersama Ketua dan anggota BPD, perangkat desa, penggerak PKK, serta Ketua RW dan RT hadir lengkap. Desa membuka ruang, sedang kampus membawa gagasan.

Tri Dharma Bertemu Persoalan Nyata

Karena Dosen Pembimbing Lapangan berhalangan hadir, sambutan akademik disampaikan oleh Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I M.E. dosen non-DPL. Ia menyampaikan salam takzim dari rektor dan keluarga besar Al Zaytun, lalu menegaskan kembali hakikat KKN sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, tiga hal yang harus berjalan serempak.

Mahasiswa, katanya, belajar hidup bermasyarakat, meneliti persoalan nyata, sekaligus mengabdikan ilmu. Dalam KKN ini, penelitian diarahkan pada tiga bidang inti: pendidikan, hukum, serta dakwah dan komunikasi, dengan harapan melahirkan rekomendasi konkret bagi perbaikan Indramayu dalam bentuk jurnal ilmiyah bereputasi.

Di sinilah diskusi menghangat. Ust. Ali menyinggung rendahnya IPM dan tingginya ATS yang disebut mencapai sekitar 40.000. Namun ketika ditelusuri di lapangan, banyak warga sebenarnya telah menempuh pendidikan lebih tinggi, hanya saja belum tercatat dalam administrasi kependudukan.

Ia memberi contoh pribadinya: di Kartu Keluarganya masih tercatat lulusan S1, padahal telah menyelesaikan pendidikan S3. Pernyataan itu diamini Ketua BPD serta para pejabat desa yang hadir. IPM masalahnya bukan semata pendidikan, tetapi pembaruan data.

Dari Validasi Data hingga Gagasan Nasional

Mahasiswa KKN menawarkan solusi: pendataan ATS berbasis sampel dan validasi langsung ke lapangan, lalu membuka kemungkinan pengembangan aplikasi berbasis Android untuk mempermudah pembaruan data pendidikan warga. Jika berjalan, gagasan ini berpotensi menjadi model nasional, karena problem serupa terjadi di banyak daerah.

Namun Ust. Ali menggarisbawahi satu kunci: kolaborasi. Akademisi, aparat desa, dan tokoh masyarakat harus berjalan bersama. Mahasiswa pun memerlukan bimbingan, karena mereka sedang belajar, termasuk memahami budaya lokal.

Pendidikan Tinggi sebagai Jalan Perubahan

Dalam forum itu pula, Ust. Ali mengajak masyarakat Desa Sukajati untuk melihat KKN bukan sekadar kunjungan sementara, melainkan jembatan menuju pendidikan tinggi. Ia mendorong para orang tua agar menguliahkan putera-puterinya di IAI Al-Azis, seraya memperkenalkan program studi yang telah ada dan rencana pengembangan prodi baru ke depan.

Pesannya sederhana namun strategis: perubahan berkelanjutan tidak lahir dari luar, tetapi dari anak-anak daerah sendiri.

Ajakan itu kian relevan ketika ia menautkannya dengan rencana besar pengembangan Indramayu Barat. Dengan dicanangkannya titik nol Indramayu Barat sebagai pusat pertumbuhan baru, laju pembangunan dipastikan akan pesat: industri, infrastruktur, dan ekonomi akan bergerak cepat.

Namun ia mengingatkan, jika kualitas sumber daya manusia lokal tidak disiapkan, maka masyarakat hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri. Kuncinya ada pada pendidikan.

Desa Siap, Mahasiswa Bergerak

PJs Kuwu Aleh memaparkan kondisi Sukajati: 38 RT dan 13 RW, wilayah didominasi perumahan dan pertokoan, dengan sekitar 20 persen sawah. Ekonomi warga bertumpu pada home industry, terutama produksi tahu dan tempe.
“Kami terbuka 24 jam,” ujarnya. “Kami senang dan siap menyukseskan kerja sama dengan mahasiswa KKN.”

Wakil Ketua BPD, H. Wawan Darmawan, mantan aparatur Dinas Pendidikan, menegaskan urgensi peningkatan pendidikan warga. Dari wajib belajar 6 tahun, naik ke 9 tahun, hingga visi 12 tahun. “Indramayu Barat akan menjadi kawasan industri,” katanya. “Minimal syarat kerja itu SMA. Jangan sampai warga hanya jadi penonton.”

Dari Data hingga Digital

Pemaparan program kerja disampaikan Ketua Kelompok KKN Sukajati, Iskarimatunnisa, mahasiswi Prodi KPI. Selama satu bulan, mahasiswa akan menjalankan delapan program: pendataan ATS dan validasi data, edukasi anti-bullying, kreativitas dari sampah, pembuatan plang dan slogan TPS, santunan anak yatim, bakti lingkungan, pendampingan Posyandu, serta edukasi digital marketing UMKM termasuk desain kemasan produk.

Acara ditutup dengan doa dan foto bersama, penanda bahwa rencana telah disepakati, dan kerja nyata menanti.

Epilog: Pembangunan Manusia di Mulai dari Data yang Jujur

KKN di Sukajati mengajarkan satu hal mendasar: pembangunan manusia tidak dimulai dari beton dan angka, tetapi dari kejujuran membaca realitas dan keseriusan menyiapkan generasi. Ketika data keliru dan masa depan dipertaruhkan, mahasiswa datang membawa cermin: untuk desa, untuk kampus, dan untuk kita semua. Dari Sukajati, sebuah pesan bergema: jika ingin menjadi pelaku perubahan, maka pendidikan adalah jalan yang tak boleh ditunda.**


Indramayu, 20 Januari 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!