Penerima Manfaat MBG 3B Lakukan Pertemuan Dengan BGN Lohbener Indramayu, Bahas Pelayanan Gizi Gratis Agar Merata
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Sejumlah warga penerima manfaat MBG 3B (bumil busui dan balita) Desa Rambatan Kulon blok Bangkir akan mendemo dapur SPPG Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener kabupaten Indramayu Jawa barat, perihal pemberhentian ,keterbatasan atau jatah untuk pemenuhan pelayanan gizi Makan Bergizi Gratis untuk MBG 3B (Bumil,Bu menyusui dan Balita) sebagai skala prioritas program Nasional Pemerintahan Republik Indonesia di Era Presiden Prabowo Subianto.
Hampir selama 8 bulan, masyarakat Desa Rambatan Kulon kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu mendapatkan MBG 3B sebulan hanya 1-2 kali/Minggu, namun terhitung bulan Juni 2026, dapur setempat mempermanenkan sekitar 200-400 saja, dari jumlah penerima manfaat hampir 1000 (seribu) yang untuk dilayani dalam pelayanan pemenuhan gizi MBG 3B.
Dalam gejolak masyarakat penerima manfaat yang biasa mendapatkan tiba-tiba berhentipun, akan mengadakan demo /aksi ke dapur SPPG Rambatan kulon Kecamatan Lohbener Indramayu Jawa barat,
Namun sebelum hal tersebut dilakukan, diadakan pertemuan pada hari Kamis 4 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB bertempat disalah satu posyandu di Desa Rambatan Kulon Blok Bangkir Kunir dan dihadiri oleh Koordinator Kecamatan Lohbener dari Badan Gizi Nasional (BGN) diwakili oleh mas Didi panggilan akrabnya, Pemerintah Desa Rambatan kulon Kecamatan Lohbener diwakili Sekdes /juru tulis Kang Suratna ,Badan Permusyawaratan Desa BPD Rambatan kulon diwakili Kang Karsono,Wasnadi dan beberapa perwakilan dari Posyandu Sakura 1 Sakura 6 dan Ketua RT ,tokoh masyarakat dan perwakilan penerima manfaat.
Hasil musyawarah tersebut “agar terpenuhinya pelayanan pemenuhan gizi makan gizi gratis MBG 3B (Bumil,Busui,Balita) secara merata dan rutin setiap hari dan Minggunya , insentif untuk kader posyandu yang membantu program MBG ke masyarakat dan secepatnya ditanggulangi dan dipenuhinya masyarakat agar secepatnya pelayanan pemenuhan gizi makan bergizi gratis MBG 3B dipenuhi secepatnya agar tidak adanya masyarakat yang biasa menerima manfaat mendemo dapur SPPG setempat untuk ditutup karena kewenangan Badan Gizi Nasional juga punya hak untuk mencabut ijin SPPG atau Dapur yang tidak mematuhi program Nasional tersebut.
Ditempat yang sama disampaikan perwakilan warga,AM, menegaskan, agar dapur SPPG setempat memprioritaskan MBG 3B sebagai skala prioritas program Nasional yang ditugaskan Badan Gizi Nasional,baru ke sekola h.
“Harapan warga, Lembaga Yayasan dapur SPPG pun jangan memprioritaskan atau memberatkan hal yang komersial sehingga memberatkan merasa berat untuk melepaskan sekolah yang nilainya besar /jumbo seperti MTsN 7 Lohbener dan SMAN Lohbener,sehingga prioritas program Nasional MBG 3B di desa setempat diabaikan,” tegas inisial AM dalam penyampaiannya.**
Absal
——
![]()
