Menggenggam Komitmen, Menjemput Masa Depan: Sinergi PKBM Al-Zaytun – Disdik Indramayu Menaikan Angka Partisipasi Belajar
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Pendidikan tidak mengenal sekat formal. Di Indramayu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah garda terdepan, jembatan bagi ribuan anak untuk meraih kembali hak dan masa depan mereka. Namun, menjadi pilar terdepan menuntut dedikasi, bukan sekadar kegiatan “sambilan.”
Pesan ini mengalir deras dari Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, dalam acara penting “Koordinasi dan Pembinaan Kepala PKBM se-Kabupaten Indramayu” yang digelar pada Kamis siang (23/10/2025), pukul 13.00 WIB -16.30 WIB. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penegasan komitmen yang menentukan hidup-mati lembaga pendidikan nonformal.
Kehadiran Nyata dan Dukungan Penuh dari PKBM Al-Zaytun
Di tengah seruan untuk konsistensi, kehadiran PKBM Al-Zaytun menjadi perhatian. Lembaga ini menunjukkan keseriusan penuh, hadir diwakili oleh dua orang pengurus, Abdul Karim, S.Mn., M.Pd. dan Giarto, S.Pd.
Dukungan Al-Zaytun terhadap program Dinas Pendidikan ditegaskan bukan hanya melalui kehadiran fisik, tetapi juga melalui aksi nyata. Bahkan sebelum pembinaan dimulai, mereka telah menunaikan kewajiban administratif, menyerahkan kelengkapan berkas kepada Bidang PAUD dan PNF, yang diterima langsung oleh Yudi (Kasie Paud PNF). Sebuah gestur yang mengirimkan sinyal kuat: profesionalisme adalah kunci utama.

Suara Tegas Kepala Dinas: Konsistensi, Regenerasi, atau Penutupan
Kepala Dinas Pendidikan Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., membuka sesi pembinaan dengan apresiasi, namun segera beralih ke poin krusial yang harus dibenahi. Inti dari arahannya tajam dan jelas: Konsistensi dan regenerasi adalah kunci ajeg (berkelanjutan) dan hidup matinya sebuah PKBM.
”Kepala PKBM harus memiliki komitmen tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal dan membantu tugas Dinas Pendidikan,” tegas Dr. Caridin.
Beliau tak menampik bahwa inkonsistensi masih menjadi isu, di mana beberapa penyelenggara PKBM dianggap hanya sebatas kegiatan sampingan. Konsekuensinya pun tak main-main:
Ancaman Penutupan: Izin operasional PKBM yang berlaku 5 tahun, tidak akan diperpanjang bagi lembaga yang tidak aktif dalam pembelajaran atau lalai dalam perizinan.
Regenerasi Mutlak: Kepemimpinan harus diperbaharui, untuk memastikan lembaga tidak stagnan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Membenahi Citra dan Data: “PR besar” bagi nama baik PKBM Indramayu adalah penyelesaian permasalahan hukum di masa lalu. Kadisdik juga mendesak pembenahan data yang rapi dan akurat sebagai antisipasi terhadap verifikasi mendadak.
Di balik semua penegasan tersebut, tersemat satu misi luhur: menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih berjumlah sekitar 23.000 jiwa di Indramayu. Sebuah tantangan kolosal yang hanya bisa ditaklukkan melalui kolaborasi dan komitmen semua PKBM.
Menuju Kualitas dan Profesionalisme Administratif
Kepala Bidang PAUD dan PNF, Aam Aminah, S.Ag., yang baru bertugas setelah sebelumnya berada di Dinas Pariwisata, melengkapi arahan tersebut dengan sorotan pada aspek teknis dan kualitas kelembagaan.
Beliau mendorong setiap PKBM untuk meningkatkan kualitas lulusannya dengan berpartisipasi dalam Tes Keahlian Akademik (TKA), jalur penting bagi peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
“Tahun 2025 baru 4 PKBM yang mengikuti TKA. Kami berharap pada tahun 2026, kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh PKBM,” ujar Aam Aminah, menargetkan peningkatan drastis.
Selain itu, Kabid Aam juga menegaskan aturan main demi profesionalisme:
Setiap PKBM didorong memiliki 1 operator yang mumpuni untuk menjamin akurasi data.
Larangan Keras:
PKBM dilarang mengambil siswa dari satuan pendidikan formal lain, demi menjaga integritas sistem pendidikan dan menghindari kerugian pada peserta didik.
Aturan Kepegawaian: Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan menjadi Kepala PKBM, memastikan fokus dan profesionalitas dalam kepemimpinan.
Koordinasi ini telah menabuh genderang perubahan. Dinas
Pendidikan Indramayu kini mengambil sikap tegas: PKBM harus dikelola secara profesional, konsisten, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
Tujuan utamanya adalah satu: mencerdaskan anak bangsa, sejalan dengan visi pendidikan sepanjang hayat.
Epilog: Jembatan Harapan untuk Ribuan Jiwa
Koordinasi berakhir, namun semangat dan tugas mulia baru saja dimulai. Di balik setiap PKBM yang aktif dan konsisten, ada ribuan Anak Tidak Sekolah yang menanti jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Komitmen dari lembaga besar seperti PKBM Al-Zaytun, seiring dengan ketegasan dan pembinaan dari Dinas Pendidikan, menjadi modal utama untuk mewujudkan impian itu. Pendidikan nonformal bukan lagi opsi kedua, melainkan harapan utama—sebuah peluang emas untuk merajut kembali kisah-kisah terputus menjadi narasi keberhasilan.
Mari pastikan, tidak ada satu pun anak bangsa di Indramayu yang kehilangan kesempatan untuk menjadi versi terbaik dirinya. Konsistensi hari ini adalah kunci bagi Indonesia Emas esok hari. Terus melangkah, terus mendidik. Merdeka!**
Penulis :
*Abdul Karim, S.Mn. M.Pd
*Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I. ME
—–
![]()
