Program CASANOVA, UNNES Inkubasi Usaha Brownies Kering Mocaf untuk Warga Binaan Perempuan PGOT Mardi Utomo
SEMARANG-JAYANEWS.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar program CASANOVA (Cassava Social Enterprise and Innovation) di Panti Pelayanan Sosial PGOT “Mardi Utomo”, Tembalang, Semarang, pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini menyasar 15 perempuan warga binaan usia produktif. Melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Program CASANOVA bertujuan mengoptimalkan aset yang sudah ada di panti seperti singkong, keterampilan tata boga, dan fasilitas produksi untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Ketua Tim PKM-PM, Azis Sabila Rozaq, menjelaskan CASANOVA tidak membawa sumber daya dari luar. Tim justru mengangkat potensi lokal untuk dijadikan usaha sosial yang berkelanjutan.
“Fokus kami adalah menjadikan perempuan warga binaan sebagai economic changer. Dari singkong yang ada, kami dampingi hingga jadi produk brownies kering mocaf bernilai jual yang bisa menopang ekonomi mereka dan keluarga,” ujar Azis.
Dosen pembimbing, Wiwit Setyowati, S.T., M.Sc., menambahkan program ini berjalan melalui dua pilar: peningkatan keterampilan olahan dan inkubasi usaha sosial. Peserta dibekali teknik pembuatan tepung mocaf hingga brownies kering berstandar, serta manajemen usaha, pembukuan sederhana, desain kemasan, dan strategi pemasaran digital maupun konvensional.
Hasilnya, lahir produk unggulan Brownies Kering Mocaf CASANOVA dengan merek dagang sendiri. Peserta juga kini menguasai rantai produksi hingga pemasaran di lingkungan panti.
Testimoni peserta menggambarkan dampak program ini.
Dewi Wahyuningsih, 60 tahun, tim produksi, pemasaran & keuangan mengatakan:
“Meskipun baru satu bulan di panti dan usia saya sudah tidak muda, pelatihan CASANOVA membakar semangat saya. Saya belajar mengolah singkong jadi brownies renyah, juga diajari hitung keuangan dan memasarkan. Program ini membuktikan perempuan seperti kami masih punya kesempatan berdiri di kaki sendiri.”
Putri Setiawati, 22 tahun, tim produksi menambahkan:
“Awalnya ragu singkong di panti bisa jadi produk bernilai jual. Tapi setelah didampingi tim UNNES dari mocaf sampai jadi brownies, hasilnya enak dan kemasannya rapi. Saya jadi punya keterampilan baru dan lebih percaya diri untuk mandiri secara finansial.”
Program CASANOVA didanai Direktorat Belmawa Kemendikbudristek melalui PKM-PM 2026 UNNES dan bekerja sama dengan PGOT Mardi Utomo serta Dinas Sosial Kota Semarang.
Ke depan, tim akan fokus pada pendampingan komersialisasi produk, perluasan jaringan kemitraan, perizinan edar, dan konsolidasi manajemen agar usaha sosial ini benar-benar dikelola mandiri oleh warga binaan.**
Nur Fateah
—–
![]()
