JOMBANG-JAYANEWS.COM – Ratusan santri dan warga sekitar Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Desa Seblak, Jombang, Jawa Timur, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dan mata gratis pada Minggu (30/8/2026).
Kegiatan ini digelar jaringan Gusdurian sebagai bagian dari Festival Jagat, acara dua hari yang menjadi rangkaian menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
Layanan kesehatan gratis ini disediakan oleh Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) bersama Rumah Sakit Kristen Mojowarno (RSKM). Warga dan santri bisa memeriksakan kondisi tubuh dan mata secara cuma-cuma, termasuk bagi yang merasa kurang sehat atau kelelahan.
Acara ini dihadiri anggota Gusdurian dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari latar belakang suku dan agama berbeda, namun berkumpul untuk mempererat persaudaraan.
Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Natael Hermawan Prianto, M.B.A., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan GKJW terhadap rangkaian Muktamar ke-35 NU.
“GKJW melalui Rumah Sakit Kristen Mojowarno ikut membantu dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi yang sakit, lelah, atau mengalami gangguan kesehatan,” kata Pdt. Natael.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat hubungan antara GKJW, jaringan Gusdurian, dan masyarakat lintas agama serta suku di Indonesia.
Sementara itu, Solikhin selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan tujuan acara ini agar santri dan warga lebih peduli terhadap kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan dan mata gratis ini bertujuan agar santri dan masyarakat sekitar pondok mau ikut mengecek kesehatan dan matanya,” ujar Solikhin. Ia menambahkan, banyak santri yang sering lupa memeriksakan kesehatan karena sibuk belajar dan mengaji.
Solikhin juga menyampaikan terima kasih kepada GKJW dan RSK Mojowarno atas dukungan yang diberikan. Panitia menargetkan 100 hingga 150 orang mengikuti pemeriksaan.
Para peserta terlihat antusias. Mereka mengaku senang bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.
Festival Jagat mengusung tema “Agama untuk Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan”. Kegiatan dua hari ini berjalan lancar berkat dukungan jaringan Gusdurian, tokoh lintas agama, dan lembaga kesehatan seperti RSK Mojowarno.**
Lukius
——–
![]()
