H. Dudung Badrun, S.H.,M.H.,Tokoh Masyarakat Indramayu Prihatin Konflik Internal YPI Al-Zaitun, Harap Ada Kompromi Demi Pendidikan
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM — Konflik internal Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Al-Zaitun kembali menjadi sorotan publik setelah digelarnya aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Indramayu pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Aksi tersebut dipimpin oleh Iskandar Syaefullah yang mengaku sebagai Pembina YPI Al-Zaitun. Dalam orasinya, ia menuntut pengembalian aset milik yayasan. Iskandar juga menyebut adanya putusan berkekuatan hukum tetap terkait perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Syech Panji Gumilang, yaitu Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 6624K/Pid.Sus/2026.
Menanggapi aksi tersebut, pihak existing pengelola Pondok Pesantren Al-Zaitun menyatakan bahwa klaim dari kelompok Iskandar Abdullah tidak memiliki dasar hukum.
Salah satu pengajar Ponpes Al-Zaitun yang enggan disebutkan namanya menyebut, YPI di bawah kepemimpinan Iskandar Abdullah dianggap ilegal. Sehingga tuntutan pengembalian aset dinilai tidak dapat dibenarkan.
Melihat dinamika yang terjadi, H. Dudung Badrun, SH., MH, Advokat dan Tokoh Masyarakat Indramayu, angkat bicara. Menurutnya, konflik internal YPI Al-Zaitun kini telah bergeser dari ranah pidana ke ranah sengketa perdata dan Tata Usaha Negara.
“Konflik ini berpotensi panjang jika para pihak tidak duduk bersama mencari kompromi. Kalau dibiarkan, yang dirugikan adalah keberlangsungan pendidikan di pesantren,” ujar H. Dudung.
Ia berharap kedua belah pihak dapat menahan diri dan mengutamakan kepentingan umat serta para santri dan pesantren.
“Semoga konflik tidak berkepanjangan dan kegiatan tetap berjalan. Jangan sampai konflik membuat kegiatan terkunci,” pungkasnya.
H. Dudung mencontohkan budaya Jepang dalam menyelesaikan konflik internal korporasi, di mana kegiatan usaha tetap berjalan meski ada perselisihan. Berbeda dengan budaya lain yang justru membuat roda organisasi terhenti karena saling mengunci.
Ia menegaskan, keberlangsungan pendidikan di Ponpes Al-Zaitun harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan kelompok manapun.*
Sumber : H.DB.
Redaksi
——-
![]()
