Mesin Split Bilah Bambu Elektrik Dongkrak Produksi UKM D’Bantar Bamboo Craft Banjarnegara
BANJARNEGARA, JAYANEWS.COM-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari STMIK Tunas Bangsa Banjarnegara berhasil menerapkan teknologi mesin split bilah bambu elektrik dan penguatan manajemen usaha pada UKM D’Bantar Bamboo Craft di Desa Kertayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 14 Agustus 2026 ini diikuti 25 anggota kelompok D’Bantar Bamboo Craft dan didanai KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026.

Dari Belah Manual ke Mesin 5 Detik
Selama ini para perajin membelah bambu secara manual menggunakan parang. Prosesnya memakan waktu lama dan berisiko tinggi cedera. Melalui program ini, tim pengabdi memperkenalkan mesin split bilah bambu elektrik berbahan bakar mesin diesel 8 HP.
Dengan mesin ini, proses pembelahan satu batang bambu hanya membutuhkan waktu 5 detik. Kelebihannya, mesin aman digunakan dan tidak terkendala daya listrik di wilayah pedesaan.
“Proses kegiatan diawali dengan koordinasi dan sosialisasi program kepada mitra, identifikasi kebutuhan, lalu penerapan mesin disertai pelatihan pengoperasian dan perawatan,” jelas Yuniar Laeli Nur Faizah, M.Si, selaku Ketua Tim Pengabdi STMIK Tunas Bangsa Banjarnegara.
Anggota tim pengabdi Muh. Zia Ulkhaq, M.Kom menambahkan, selain aspek teknologi, mitra juga mendapat pendampingan manajemen usaha. Materinya meliputi pencatatan keuangan, perencanaan produksi, penentuan harga jual, hingga pelatihan pemasaran digital melalui web marketplace.
Hasil: Produksi Naik, Pemasaran Masuk Digital
Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas produksi dan efisiensi kerja pengrajin. Produk kerajinan bambu juga menjadi lebih berkualitas, rapi, dan seragam.
Pemasaran UKM kini mulai merambah ranah digital melalui web marketplace, sehingga diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Testimoni Pengrajin
Nasrudin, salah satu pengrajin D’Bantar Bamboo Craft menyampaikan manfaat besar dari program ini.
“Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengrajin bambu. Dengan adanya mesin split bilah bambu elektrik, proses pembelahan bambu menjadi lebih mudah, cepat, dan hasilnya lebih rapi serta seragam. Kami juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, dan pemasaran digital. Kami berharap ilmu dan teknologi yang diberikan dapat terus kami terapkan untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha D’Bantar Bamboo Craft ke depan,” ujarnya.
Keberlanjutan Program
Ke depan, tim akan memastikan keberlanjutan program melalui optimalisasi penggunaan dan perawatan mesin, penerapan manajemen usaha secara konsisten, pengembangan pemasaran digital, serta peningkatan kualitas dan diversifikasi produk. Monitoring dan pendampingan berkala juga akan dilakukan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan memperkuat daya saing UKM D’Bantar Bamboo Craft agar lebih berdaya dan berkelanjutan.**
Nur Fateah
——–
![]()
