Lolos Jurnal Sinta 4 Free APC, Chintya Selesaikan Studi S1 Tepat Waktu


Lolos Jurnal Sinta 4 Free APC, Chintya Selesaikan Studi S1 Tepat Waktu

Semarang– Jayanews.com.
Prestasi akademik sekaligus pelestarian budaya datang dari Chintya, mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi S1 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FBS UNNES, tepat waktu pada 29 Juni 2026. Artikel ilmiahnya lolos terbit di jurnal Javanologi UNS terakreditasi Sinta 4 tanpa biaya publikasi.

Artikel tersebut mengangkat riset berjudul kajian leksikon pertanian cabai di Desa Kemurang, Kabupaten Brebes. Penelitian ini berangkat dari keresahan bahwa bahasa merupakan media utama dalam mewariskan pengetahuan dan tradisi antargenerasi. Masyarakat Kemurang yang mayoritas hidup dari budidaya cabai ternyata memiliki kekayaan kosakata tradisional dalam dialek _Ngapak_ bahasa Jawa yang digunakan selama proses bertani.

“Leksikon tradisional seperti ini rentan hilang seiring masuknya modernisasi pertanian. Karena itu perlu segera didokumentasikan secara akademis,” jelas Chintya.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan leksikon pertanian cabai di Desa Kemurang serta mengungkap makna leksikal dan makna kultural yang terkandung di dalamnya.

Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semantik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, rekaman, dan pencatatan lapangan. Informannya terdiri dari petani, buruh tani, hingga pemilik sawah yang sudah lama bergelut dengan cabai.

Hasil riset menemukan 48 leksikon yang terbagi ke dalam kategori nomina, verba, dan adjektiva. Seluruh kosakata tersebut dikelompokkan menjadi 7 ranah, yaitu:
1. Proses budidaya tanaman cabai
2. Proses persiapan lahan
3. Penamaan jenis-jenis cabai
4. Proses penyemaian
5. Proses perawatan tanaman
6. Penyebutan kondisi tanaman
7. Penyebutan masa panen

Setiap leksikon tidak hanya memiliki makna leksikal atau arti dasar, tetapi juga makna kultural yang mencerminkan nilai, kebiasaan, dan cara pandang masyarakat setempat dalam bercocok tanam.

Chintya(23th), gadis Asal Brebes menyimpulkan, leksikon pertanian cabai masyarakat Kemurang bukan sekadar istilah teknis di ladang. Kosakata ini merepresentasikan identitas budaya lokal dan berpotensi menjadi rujukan dalam upaya pelestarian bahasa Jawa dialek Ngapak yang mulai jarang terdokumentasi secara ilmiah. Detail artikel dapat di akses pada laman berikut https://jurnal.uns.ac.id/javanologi/article/view/118752

Dengan terbitnya artikel di jurnal Javanologi Sinta 4,Chintya berhasil menuntaskan salah satu syarat kelulusan dan wisuda S1 tepat waktu. Risetnya diharapkan bisa menjadi awal dokumentasi yang lebih luas terhadap kearifan lokal berbasis bahasa di wilayah Brebes dan sekitarnya.**

Nur Fateah
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!