Diplomasi Spiritual Untuk Kemaslahatan Seluruh Umat Manusia di Bumi
Penulis : Jacob Treste
Wartawan Lepas
Politik luar negeri Indonesia yang beranjak dari kesadaran peran spiritual dapat memposisikan bangsa dan negara Indonesia memiliki nilai tambah di mata bangsa dan negara-negara yang ada di dunia. Sebab kecerdasan spiritual bangsa Indonesia merupakan nilai tambah yang khas untuk menggenapi kepribadian bangsa Indonesia yang religius, memiliki warisan budaya dan tradisi bangsa Timur yang khas tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Cerminan teligiusitas babgsa Indonesia yang mewarnai politik diplomasi berwswasan spiritual dapat dilakukan melalui berbagai altivitas dan kegiatan yang bertautan dengan babgsa-bangsa di dunia, meliputi bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya serta keagamaan yang tidak tersekat oleh batas-batas yang membelenggu gerak langkah yang diperlukan untik mempososikan diri berada di tengah tata pergaulan bangsa-bangsa di dunia yang semakin terbuka dan tanpa sekat.
Kecuali itu, muatan spiritualitas dalam politik diplomasi luar negeri Indonesia yang perlu dilakukan, untuk dapat memberi warna yang khas dari kepribadian bangsa Indonesia yang sudah dikenal religius dan memberi tempat yang setara bagi umat beragama serta organisasi keagamaan hidup rukun dan harmoni di Indonesia yang mewarisi budaya para leluhur suku bangsa Nusantara yang telah bersatu padu dalam satu negara kesatuan Republik Indonesia.
Dalam tata pergaulan antar bangsa-bangsa yang ada di dunia, jelas Indionesia akan memiliki posisi strategis dengan mengusung politik luar negeri yang khas yang dilengkapi dengan muatan nikai-nilai spiritual yang unggul untuk membangun peradaban dunia baru yang terus melesat mencari bentuknya untuk menemukan formula yang dapat diterima oleh seluruh umat manusis di dunia yang memiliki latar latara belakang budaya, agama dan tingkat pendidikan yang perlu untuk dipertautkan dengan ilmu dan pengetahuan serta teknologi mutakhir yang terus melesat agar dapat mempunyai tuntunan yang tetap berpijak oada etika, moral dan akhlak manusia sebagai ciptaan Tuhan yang patut mentaati sunnatullah sebagai khalifatullah di bumi.
Konsepsi dari semua tuntunan dan ajaran agama langit — Abrahamik — jelas memberikan catatan tebtang rahmatan lil alamin, yaitu keselerasan antara alam, mamusis menuju Tuhan dalam siklus yang terus berputas dari Tuhan kepada manusia untuk tetap menjaga keseimbangan yang harmoni dalam tatanan siklus tersebut. Sebab sejauh-jauhnya manusia berjalan di bumi pada akhirnya akan tetap kembali kepada asalnya bermula, yaitu kekuasaan ciptaan Tuhan untuk seluruh jagat raya dan seisinya.
Diplomasi spiritual global yang sudah dimulai oleh GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang telah dirintis sejak beberapa tahun silam, kini saatnya go internasional untuk dapat menjadi pakem — atau semacam skenario besar — yang dapat menjadi pegangan bersama seluruh umat manusia di dunia untik menyadari eksistensi dirinya hanya sebagai bagian dari apa yang ada di bumi ini. Karena itu, gerakan kesadaran dan pemahanan spiritual wajib dan perlu untuk diimplementasikan dakam berbagai segi maupun sektor kehidupan agar tatanan dunia dapat harmoni dalam kenyamanan serta kebahagiaan bersama tanpa momopoli oleh pihak manapun, sebab hidup dan kehidupan manusia yang abadi dan kekal sesungguhnya ada dalam kebersamaan yang tidak saling meniadakan atau mengabaikan. Karena itu, diplomasi spiritual yang mampu menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang sejati akan sangat memberi nuansa dalam ikatan persahabatan hingga persaudaraan kepada sesama manusia yang berasal dari berbagai sudut dunia — latar belakang dan budaya — bertaut dalam satu tata pergaulan penuh kemesraan untuk tidak saling silang mengabaikan sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dari semua makhluk lainnya.
Pada akhirnya, diplomssi spiritual tidak hanya sekedar menjadi jurus diplomssi semata, tetapi sangat diharap bisa menjadi landasan pijak dan gerak dari seluruh aktivitas dan kegiatan yang dapat memberi manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia di bumi.
Banten, 12 Februari 2026
———-
![]()
