Santri Al-Zaytun Borong Piala, Mendulang Prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Senin, 22 September 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi keluarga besar Mahad Al-Zaytun. Enam santri tampil sebagai juara di ajang bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Indramayu, yang digelar sejak awal September. Dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah, nama-nama santri Al-Zaytun bersinar dengan deretan prestasi.
Said Luqman Emir dari kelas 6-B01 MI meraih peringkat 2 bidang Matematika. Jian Kayla Alisyah dari kelas 9-B02 MTs juga menyabet peringkat 2 Matematika. Sementara di tingkat Madrasah Aliyah, tiga juara pertama berhasil diraih: Muhammad Dhuha Al Firdaus (Matematika), Adelia Nur Azizah (Biologi), dan Muhammad Romiz El Buruji (Fisika). Tak berhenti di situ, Bianca Medina turut mempersembahkan peringkat 3 bidang Biologi. Semua prestasi itu kian membanggakan karena membawa mereka lolos ke tingkat provinsi yang akan berlangsung Oktober mendatang.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Dr. Aguts Muhaimin, menyerahkan langsung piagam, trofi, dan uang pembinaan dalam sebuah upacara penghargaan di Aula Kemenag, Jalan Olahraga Indramayu. Momentum ini meneguhkan semangat bahwa santri madrasah mampu bersaing di kancah ilmiah dengan prestasi yang membanggakan.

Syukur, Motivasi, dan Harapan Baru
Kebahagiaan prestasi ini tak berhenti di panggung penghargaan Kemenag. Kamis, 25 September 2025, Majelis Guru Al-Zaytun menggelar acara penyerahan ulang hadiah di Gedung Utsman bin Affan sebagai tanda syukur sekaligus motivasi bagi seluruh santri. Ketua Majelis Guru, Drs. Purnomo, M.Pd., menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja sama antara santri dan guru pembimbing. “Ini prestasi bersama. Tapi ingat, ini bukan akhir, melainkan awal untuk meraih capaian lebih besar,” ujarnya penuh semangat.
Purnomo mengingatkan bahwa perjuangan sesungguhnya masih menanti di tingkat provinsi. Lawan yang dihadapi tentu lebih tangguh karena merupakan juara dari berbagai kabupaten di Jawa Barat. Namun, ia menanamkan optimisme bahwa “usaha tidak akan mengkhianati hasil.” Pesan itu menjadi suntikan energi bagi para santri juara agar terus berusaha maksimal, disertai doa dan tawakal.
OMI 2025: Ajang Mencetak Generasi Unggul Madrasah
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 adalah hajatan perdana Kementerian Agama yang menyatukan dua kompetisi besar: Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). Digelar sejak Agustus hingga November 2025, OMI hadir bukan sekadar lomba, tetapi wadah membentuk generasi unggul yang berilmu, berkarakter Islami, dan berakhlak mulia.
Melalui ajang ini, para santri didorong untuk mengasah bakat, memperluas wawasan, sekaligus menjembatani integrasi sains dan nilai-nilai keislaman. Tujuannya jelas: meningkatkan daya saing di tingkat nasional hingga internasional, mempererat silaturahmi antar madrasah, serta menjadi motor peningkatan mutu pendidikan. Dari panggung inilah lahir generasi emas madrasah yang disiplin, inovatif, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Epilog: Cahaya Ilmu, Lentera Bangsa
Prestasi enam santri Al-Zaytun di OMI 2025 adalah bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi emas yang tak hanya cerdas dalam sains, tetapi juga berkarakter Islami dan berakhlak mulia. Piala dan piagam yang mereka bawa pulang hanyalah simbol; yang lebih berharga adalah semangat juang, kerja keras, dan keyakinan bahwa ilmu adalah cahaya kehidupan.
Ketika mereka melangkah ke ajang provinsi, tantangan yang lebih berat menanti. Namun dari Al-Zaytun, pesan abadi terus menggema: usaha sungguh-sungguh, doa tulus, dan tawakal kepada Allah akan menjadi lentera yang menuntun generasi bangsa menuju masa depan yang gemilang.**
Dr. Ali Aminulloh, MPd.I., ME
—-
![]()
