Bidang PNF Indramayu Mendorong Wirausahawan Warga Belajar PKBM Melalui Reang Belajar

Bidang PNF Indramayu Mendorong Wirausahawan Warga Belajar PKBM Melalui Reang Belajar


Oleh : Dr. Ali Aminulloh, S.Ag. M.Pd.I. ME. (Dosen IAI ALAZIS dan Kepala PKBM Al Zaytun)


Rabu, 6 Agustus 2025 menjadi hari istimewa bagi Kabupaten Indramayu. Di bawah naungan Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan, sebuah acara besar bertajuk “Optimalisasi Kualitas Pendidikan Kesetaraan” digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Indramayu. Momen ini menandai peluncuran program “Indramayu Belajar” melalui inovasi bernama “Reang Belajar”. Acara yang bukan sekadar seremoni ini adalah sebuah deklarasi bahwa belajar tak mengenal kata akhir, dan lebih jauh, menjadi pintu gerbang bagi kemandirian ekonomi masyarakat.

Mengangkat Derajat Warga Belajar Melalui Wirausaha

Bagi Bidang PNF, acara ini bukan hanya tentang pendidikan kesetaraan semata. Menurut Kepala Bidang PNF, Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd. M.M., yang akrab disapa Bunda Emil, kegiatan ini juga bertujuan menjadikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai penggerak wirausaha. Sebanyak 43 PKBM berpartisipasi dalam pameran wirausaha, memamerkan berbagai produk kreatif hasil karya Warga Belajar.
Bunda Emil menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Industri untuk hadir. Harapannya, para wirausahawan dari kalangan warga belajar bisa mendapat dukungan agar usaha mereka maju. “Saya bersyukur Pak Bupati juga mau meng-endorse produk-produk warga belajar,” ujar Bunda Emil penuh semangat. Ia berharap akan muncul wirausahawan-wirausahawan baru, sehingga PKBM tidak hanya meningkatkan indeks pendidikan, tetapi juga indeks ekonomi.
Tak hanya itu, Bunda Emil juga menyoroti pentingnya gaya hidup sehat. Ia secara khusus meminta Warga Belajar PKBM Al Zaytun untuk tampil senam SKJ di panggung kehormatan. “Ini supaya jadi inspirasi bagi seluruh pengunjung agar terbiasa pola hidup sehat,” katanya. Dengan demikian, menurutnya, PKBM berhasil menggerakkan tiga elemen Indeks Pembangunan Manusia (IPM): indeks pendidikan, indeks ekonomi, dan indeks kesehatan.

Gerakan 100 Warga Belajar Baru Tiap Desa

Kepala Dinas Pendidikan Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd. M.Si dalam sambutan pembukanya menjelaskan bahwa rata-rata lama belajar masyarakat Indramayu baru mencapai 6.96 tahun. Ini menjadi PR besar Dinas Pendidikan. Tahun ini akan didorong untuk mencapai rata-rata 7,5 tahun. Upaya ini dilakukan dengan gerakan belajar bekerja sama dengan desa -desa. Tiap desa menyisir minimal 100 orang Warga belajar baru dari masyarakat yang belum berkesempatan di sekolah formal, ” Jelas Kadis.

Sinergi dan Apresiasi dari Orang Nomor Satu

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang tiba disambut alunan musik tradisional dan keceriaan siswa-siswi PAUD. Kehadiran Bupati menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menggarap program pendidikan yang menyentuh semua lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengajak seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari dinas terkait hingga perangkat desa, untuk bersinergi. Ia menegaskan bahwa belajar tidak selalu identik dengan sekolah. Sekolah memang tempat paling nyaman untuk belajar, tetapi esensi sebenarnya terletak pada kemauan untuk terus belajar. Bupati menyebut para penggiat pendidikan sebagai “investor” masa depan, karena pembangunan sumber daya manusia membutuhkan waktu dan kolaborasi sebagai kunci utama.
Selepas sambutan, Bupati Lucky Hakim melepas balon ke udara sebagai simbolis dimulainya program “Indramayu Belajar”. Ia kemudian meninjau stand pameran dan berdialog dengan para Warga Belajar. Di stand PKBM Al Zaytun, beragam produk lokal seperti wingko, stik nangka, dan keripik pisang berjejer rapi. Bupati Lucky bahkan dengan antusias meng-endorse produk-produk tersebut, menunjukkan dukungannya pada usaha mikro yang dikelola masyarakat. Momen paling menyentuh adalah ketika ia berdialog dengan seorang Warga Belajar berusia 70 tahun dan memberinya semangat untuk tidak berhenti belajar.
Pionir yang Menginspirasi
Bunda Emil memberikan apresiasi khusus kepada PKBM Al Zaytun yang ia sebut sebagai pionir dan inspirasi bagi PKBM lain di Indramayu. Keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa belajar dapat mengubah hidup, tak peduli berapa pun usianya.

Epilog: Belajar Adalah Kunci Kemandirian

Di balik keramaian acara ini, tersemat sebuah pesan penting: bahwa belajar adalah kunci menuju kemandirian. Bukan sekadar mengejar ijazah, tetapi juga membentuk karakter, membangun keterampilan, dan membuka peluang ekonomi.
Dengan program “Reang Belajar” ini, Indramayu tidak hanya berinvestasi pada peningkatan pendidikan, tetapi juga pada masa depan6 ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, penggiat pendidikan, dan masyarakat menjadi modal utama untuk menciptakan wirausahawan-wirausahawan tangguh yang siap mengangkat kesejahteraan keluarga dan daerah.
Mari kita terus menyalakan semangat belajar, karena di setiap usaha yang gigih, ada harapan baru yang menanti untuk diwujudkan.**


Indramayu, 7 Agustus 2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!