Kualitas Sumber Daya Manusia Sebagai Penentu Kemajuan Bangsa

Kualitas Sumber Daya Manusia Sebagai Penentu Kemajuan Bangsa


INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Disarikan dari pidato sambutan peringatan 1 Syuro 1447,Sabtu 28 Juni 2025 di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al-Zaytun Indramayu.

Orasi pertama gagasan Syaykh Al-Zaytun, disampaikan oleh Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin M.Pd., Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

” Pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai penentu kemajuan bangsa, yang harus diawali dengan kualitas pendidikan, pendidik, kurikulum, sarana prasarana, dan regulasi,” ujarnya.

Dirinya sangat mengapresiasi gagasan Syaykh Abdussalam Panji Gumilang dan berharap kurikulum yang digagas dapat terakomodir dalam sisdiknas yang baru, dengan menambahkan “kurikulum cinta” yang menekankan hubungan baik dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia.

Dalam pesannya kepada para santri, ia menitipkan tiga “ibu” yang harus dihormati: ibu kandung, ibu bapak guru, dan Ibu Pertiwi, sebagai fondasi karakter dan kebangsaan.

Penyambut berikutnya,adalah Brigjen (Purn) Dr. Harangan Sitorus, seorang dosen dan praktisi pendidikan strategi, mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir di Al-Zaytun dan mengapresiasi konsep pendidikan yang diusung oleh Syaykh Panji Gumilang, khususnya mengenai pendidikan berasrama dan bela negara.

Ia menyoroti pentingnya menjaga keutuhan NKRI yang “harga mati” , dan menekankan bahwa persatuan bangsa adalah kunci kekuatan. Sitorus juga memaparkan pengalamannya bertugas di Jawa Barat dan mengemukakan data menarik tentang suku Batak yang memiliki jumlah sarjana terbanyak di Indonesia.

Ia juga menyinggung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan maritim Indonesia dengan memperkenalkan jumlah pulau di Indonesia yaitu 17.845 pulau.


Maka, “Lompatan Baru” yang diimpikan bukanlah sekadar retorika, melainkan sebuah panggilan mendalam bagi setiap elemen bangsa. Ini adalah ajakan untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga berani bertindak, merangkul inovasi, dan menyingkirkan segala hambatan demi terwujudnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter.

Semoga semangat kebersamaan yang terjalin di Al-Zaytun ini menjadi pemicu bagi langkah-langkah nyata selanjutnya, memastikan bahwa pada 2045 nanti, Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang digdaya, beradab, dan inspiratif di mata dunia, mewariskan sebuah peradaban emas bagi generasi mendatang.**


Ali Aminulloh

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!