Suasana Teduh dan Penuh Rasa Syukur Warnai Salat Idul Adha di Masjid Jami’ Attaqwa Leuwigede


Suasana Teduh dan Penuh Syukur Warnai Salat Idul Adha di Masjid Jami’ Attaqwa Leuwigede

Indramayu , Jaya News .Com – Suasana penuh ketenangan dan rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Jami’ Attaqwa, Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi hari, jamaah mulai berdatangan dengan penuh khidmat untuk mengikuti rangkaian ibadah Idul Adha bersama masyarakat sekitar.

Udara pagi yang sejuk dengan suasana teduh bekas guyuran hujan pada malam sebelumnya menambah kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah. Halaman dan lingkungan masjid tampak bersih dan asri, sementara gema takbir berkumandang syahdu mengiringi datangnya Hari Raya Kurban yang penuh makna.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kumandang takbiran, dilanjutkan muqoddimah, pengumuman keuangan masjid, pelaksanaan Salat Idul Adha berjamaah, khutbah Idul Adha, hingga diakhiri dengan tradisi salam-salaman antarjamaah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam muqoddimahnya, Ustadz Drs. Tahapi, S.Ag. menyampaikan pentingnya memahami tata cara dan keutamaan Salat Idul Adha sebagai syiar Islam yang mempererat ukhuwah umat.
“Salat Idul Adha bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi momentum memperkuat ketakwaan, persaudaraan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Mari kita laksanakan dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga membacakan susunan petugas Salat Idul Adha tahun ini, di antaranya Saefudin sebagai bilal, Zamzuri, S.Pd. sebagai petugas informasi, serta Ustadz Ahmad Khoeri, M.Pd. sebagai khotib dan M.A. Jamal, SHI., MAP sebagai imam.

Antusiasme jamaah terlihat begitu tinggi sejak pagi hari. Jamaah dari berbagai kalangan usia memadati area masjid dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Momen tersebut menjadi gambaran nyata kerukunan dan persatuan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Adha. Nilai pengorbanan Nabi Ismail A.S. atas ketaatan kepada perintah Allah melalui Nabi Ibrahim A.S. juga terasa hidup dalam semangat ibadah dan kepedulian sosial masyarakat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Ahmad Khoeri, M.Pd. mengupas makna mendalam Surat Al-Kautsar sebagai pesan tentang nikmat Allah yang harus disyukuri melalui ibadah dan pengorbanan. Ia juga menjelaskan bahwa ibadah haji memiliki dimensi badaniyah, ruhaniyah, dan maliyah yang menyatukan kekuatan fisik, spiritual, serta pengorbanan harta demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah kurban mengajarkan manusia tentang keikhlasan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Sebagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan teladan pengorbanan, maka kita pun harus mampu mengorbankan ego, kesombongan, dan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama,” tutur Ahmad Khoeri dalam khutbahnya.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Jami’ Attaqwa Leuwigede tahun ini berlangsung penuh khidmat, damai, dan sarat makna spiritual. Kebersamaan masyarakat dalam merayakan hari besar Islam tersebut menjadi simbol optimisme dan harapan akan kondisi bangsa dan negara Indonesia yang semakin baik, damai, religius, dan penuh semangat persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.**

(Wari)
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!