INDRAMAYU-JayaNews.com – Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Indramayu, yang berada di hilir DAS Cipunagara dan langganan banjir, kini diperkuat dengan teknologi mitigasi bencana berbasis spasial.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berkolaborasi dengan Universitas Wiralodra dan BPBD Indramayu menerapkan Sistem WebGIS Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di desa tersebut.
Ketua Tim Pengabdi Polindra, Vera Wati, M.Kom., mengatakan, meski DESTANA Baleraja sudah berlegalitas SK Kuwu, penanggulangan bencana masih reaktif dan belum berbasis data.
“Melalui hilirisasi riset WebGIS DESTANA ini, relawan dan pemdes didorong memanfaatkan pemetaan zona risiko spasial serta evaluasi mandiri terhadap lima dimensi dan 37 indikator ketangguhan,” ujar Vera, Rabu (23/9/2026).
Hasil pengukuran awal di platform WebGIS menunjukkan Indeks DESTANA Baleraja berada pada klaster Tangguh. Dimensi Legislasi menjadi yang tertinggi berkat regulasi yang jelas. Namun, dimensi Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Pengembangan Kapasitas masih perlu penguatan intensif.
Untuk mendukung aksi lapangan, tim menyerahkan poster SOP evakuasi mandiri, peta titik kumpul, dan papan edukasi lingkungan.
Pemdes Baleraja menyambut baik inovasi ini. Hasil analisis risiko dan pemetaan WebGIS akan diintegrasikan ke dalam RKPDes dan regulasi desa agar program kesiapsiagaan bencana berkelanjutan dan tidak lagi bersifat reaktif saat banjir kiriman Sungai Cipunagara datang.**
Bakhrudin
——
![]()
