SEMARANG-JAYANEWS.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Lancar” di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang untuk mandiri memproduksi pakan dan mengembangkan diversifikasi produk olahan ikan lele.Kegiatan dilaksanakan pada Minggu 6 September 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penerapan Teknologi Produksi Pakan dan Diversifikasi Olahan Lele bagi Pokdakan Mina Lancar Kecamatan Gunungpati, Semarang”.
Ketua tim pengabdian, Ir. Kaleb Priyanto, S.Pd., M.T. dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNNES, menjelaskan salah satu kendala utama pembudidaya adalah tingginya harga pakan.
Selama ini Pokdakan Mina Lancar masih bergantung pada pakan pabrik seharga Rp390 ribu per zak 30 kg atau sekitar Rp13 ribu/kg. Biaya tersebut menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam budidaya lele.
Untuk mengatasinya, tim PKM UNNES memberikan bantuan teknologi berupa mesin pembuat pelet ikan, mesin pengaduk, dan oven pengering. Peralatan ini sudah dimanfaatkan kelompok untuk memproduksi pakan secara mandiri.
“Dengan teknologi ini, kelompok diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan menekan biaya produksi,” ujar Kaleb.
Ketua Pokdakan Mina Lancar, Sarpi’i, mengapresiasi dukungan tersebut. “Mesin pembuat pelet sangat membantu. Sekarang kami punya peluang memproduksi pakan sendiri yang sebelumnya harus beli dari pabrik,” ujarnya.
Program tidak berhenti di pakan. Tim UNNES juga melatih anggota kelompok, khususnya ibu-ibu, untuk membuat produk olahan lele bernilai tambah.
Pelatihan dipandu Dr. Hj. Saptariana, S.Pd., M.Pd. dosen Pendidikan Tata Boga FT UNNES, bersama dua mahasiswa Safira dan Kalista. Peserta mempraktikkan pembuatan telur gabus lele, dimsum lele, dan soft cookies berbahan ikan lele.
Diversifikasi ini diharapkan mengubah lele dari komoditas mentah menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Pendampingan selanjutnya akan fokus pada strategi pemasaran agar produk tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga menjadi usaha tambahan pendapatan.
Tim juga melihat peluang olahan lele sebagai alternatif lauk berprotein tinggi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pokdakan Mina Lancar berharap pendampingan UNNES dapat berkelanjutan agar kemampuan produksi, pengolahan, dan pemasaran kelompok terus berkembang.
Dengan integrasi teknologi pakan dan diversifikasi olahan, PKM ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pembudidaya sekaligus membuka sumber pendapatan baru di Nongkosawit, Gunungpati.**
Nur Fateah
—–
![]()
