Remaja Semarang Jadi Kreator Kampanye “Konsumsi Bijak Minuman Kemasan Manis”
SEMARANG-JAYANEWS.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar program edukasi dan kampanye kreatif tentang konsumsi bijak minuman kemasan manis bagi remaja usia 12–15 tahun di SMPN 12 dan SMPN 21 Semarang, tanggal 14 – 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UNNES dengan Yayasan Anantaka dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang. Program ini hadir sebagai respons atas masih rendahnya pemahaman siswa mengenai kandungan gula dalam minuman kemasan dan batas konsumsi gula harian.

“Kegiatan edukasi ini tidak hanya diberikan melalui penyuluhan, tetapi dikembangkan dengan pendekatan ‘dari remaja untuk remaja’. Siswa ditempatkan sebagai kreator sekaligus komunikator pesan kesehatan bagi teman sebayanya,” ujar Rahina Nugrahani selaku Ketua Tim Pengabdi UNNES.
Yayasan Anantaka yang diwakili Tsaniatus Solihah, M.Psi, memberikan pemahaman tentang bahaya konsumsi gula berlebih. Kandungan gula tinggi dalam minuman kemasan manis dapat meningkatkan risiko obesitas dan pradiabetes pada remaja.
Sementara itu, Diskominfo Kota Semarang memberikan materi tentang kampanye publik dan pemanfaatan media digital. Pendekatan peer education diperkenalkan agar siswa mampu menyusun pesan dengan bahasa, gaya visual, dan media yang dekat dengan kehidupan remaja.
Tim pengabdi UNNES yang terdiri dari Wandah Wibawanto, Dwi Pangesti Aprilia, dan Muhammad Nasirul Umam kemudian melatih siswa membuat poster digital, infografik, video pendek, dan copywriting kampanye langsung menggunakan gawai.

Para siswa bekerja berkelompok mulai dari brainstorming, menentukan tema, menyusun konsep pesan, hingga memproduksi konten. Karya terbaik kemudian dikurasi tim pendamping dan dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Yayasan Anantaka.
“Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya mendapat pengetahuan tentang konsumsi bijak, tetapi juga keterampilan literasi media dan komunikasi visual,” tambah Rahina.
Program ini diharapkan berlanjut dengan terbentuknya kader siswa sebagai peer educator sehingga kampanye konsumsi bijak minuman kemasan manis dapat terus berjalan di lingkungan sekolah.**
Nur Fateah
——-
![]()
