Tutor PKBM Al Zaytun Hangatkan Syukuran Khitanan dan Silaturahmi Alumni
Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd.I (Tutor PKBM Al Zaytun)
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM-Panggung hajatan di Blok Sandrem siang itu bukan sekadar menjadi tempat hiburan. Di atas panggung sederhana tersebut, para tutor, alumni, dan warga belajar PKBM Al Zaytun bernyanyi, memainkan angklung, serta tertawa bersama. Terik matahari seakan kehilangan sengatnya ketika kebersamaan kembali mempertemukan orang-orang yang dahulu dipersatukan dalam ruang belajar.
Suasana penuh kehangatan itu berlangsung dalam acara syukuran khitanan Ilham Arifin, putra Bapak Amir dan Ibu Sudarti, alumni warga belajar PKBM Al Zaytun. Acara digelar pada Ahad, 26 Juli 2026, di kediaman keluarga besar Bapak Amir dan Ibu Sudarti, Blok Sandrem, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Sejak pagi, kediaman keluarga yang berhajat telah dipenuhi kesibukan. Anggota keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat sekitar bergotong royong menyiapkan berbagai keperluan. Di tengah kesibukan tersebut, hadir pula Ustaz Tardi dan Ustaz Supriyadi, tutor PKBM Al Zaytun, yang turut membantu menyukseskan jalannya hajatan.

Kehadiran para tutor, warga belajar, dan alumni membuat acara tersebut terasa lebih dari sekadar syukuran keluarga. Hajatan itu menjelma menjadi ruang silaturahmi sekaligus reuni kecil keluarga besar PKBM Al Zaytun.
Tepat pukul 08.00 WIB, rangkaian acara seremonial dimulai. Ibu Kartinah selaku pembawa acara membuka kegiatan dengan mengucapkan basmalah. Para tamu kemudian berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Lagu Indonesia Raya dibawakan oleh para alumni Kelas C3 PKBM Al Zaytun, teman-teman sekelas Ibu Sudarti ketika masih menjadi warga belajar. Mereka tampil di bawah arahan Ibu Imas Mastini, yang pada masa pembelajaran dipercaya menjadi ketua kelas.
Meski telah menyelesaikan pendidikan di PKBM Al Zaytun, hubungan persaudaraan di antara mereka tidak ikut berakhir. Waktu boleh mengubah status mereka dari warga belajar menjadi alumni, tetapi semangat kebersamaan yang tumbuh selama menempuh pendidikan tetap terpelihara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna dan Asma Nabi. Setelah itu, Ustaz Mulyadi, tutor PKBM Al Zaytun, menyampaikan sambutan. Kehadiran para tutor di tengah keluarga alumni menunjukkan bahwa hubungan yang terbangun selama proses pendidikan tidak hanya terbatas pada kegiatan di dalam kelas.

Tutor tidak sekadar hadir untuk menyampaikan pelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sosial warga belajar. Hubungan tersebut terus tumbuh dalam berbagai momentum kehidupan, termasuk saat salah satu keluarga alumni menyelenggarakan syukuran.
Kemeriahan semakin terasa ketika tradisi saweran dimulai. Tradisi masyarakat Jawa Barat yang kerap mewarnai acara hajatan itu disambut antusias oleh para tamu. Suara musik, tepuk tangan, dan gelak tawa berpadu, menciptakan suasana akrab di tengah keluarga dan masyarakat.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan hadroh dan musik gambus dari Tim Gambus Wanguk. Irama musik yang mereka bawakan berhasil menghibur para tamu undangan sekaligus menambah semarak suasana syukuran.
Menjelang akhir rangkaian acara pagi, seorang ustaz setempat menyampaikan tausiah. Ia memberikan nasihat kepada keluarga yang berhajat serta mendoakan agar Ilham Arifin tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, berbakti kepada kedua orang tua, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tepat pukul 12.00 WIB, rangkaian acara seremonial pagi ditutup dengan pembacaan hamdalah. Para tamu kemudian menikmati hidangan yang telah disediakan oleh keluarga Bapak Amir dan Ibu Sudarti.
Dari Ruang Belajar ke Panggung Kebersamaan
Memasuki pukul 13.00 WIB, suasana syukuran kembali semarak. Setelah menikmati hidangan, para tamu diajak mengikuti sesi karaoke bersama. Alumni PKBM Al Zaytun, Ibu Siti Isnaini, membuka hiburan dengan membawakan sebuah lagu.
Suara musik segera mengundang perhatian para sahabat alumni dan warga belajar. Sebagian ikut bernyanyi dari tempat duduk, sedangkan yang lain mulai bergoyang mengikuti irama.
Ketika melihat kehadiran Ibu Sri Wahyuni, tutor PKBM Al Zaytun, Ibu Siti Isnaini langsung mengajaknya naik ke panggung untuk bernyanyi bersama.
Ibu Sri Wahyuni pada awalnya masih enggan beranjak dari tempat duduknya. Namun, Ibu Juwanah, salah seorang warga belajar, segera menghampiri dengan penuh keakraban. Tangannya menggandeng sang tutor menuju panggung.
Ajakan spontan itu disambut tepuk tangan dan tawa para tamu. Ibu Sri Wahyuni akhirnya naik ke panggung dan bergabung dalam suasana penuh kegembiraan.
Momen tersebut memperlihatkan kedekatan yang tumbuh antara tutor dan warga belajar. Tidak tampak jarak yang kaku. Mereka menyatu dalam kegembiraan, sebagaimana keluarga yang telah lama saling mengenal.
Teriknya cuaca siang tidak lagi dirasakan. Keceriaan dan nuansa kekeluargaan khas PKBM Al Zaytun membuat para tamu bertahan menikmati setiap penampilan.
Panggung hajatan pun berubah menjadi ruang ekspresi para alumni dan warga belajar. Mereka bergantian menyumbangkan lagu. Salah satu penampilan yang menarik perhatian terjadi ketika Ibu Juwanah membawakan sebuah lagu bersama suaminya.
Keduanya tampil kompak di atas panggung. Penampilan tersebut kembali mengundang tepuk tangan dan menambah kehangatan suasana. Kebersamaan tidak hanya tampak di antara alumni, tetapi juga melibatkan pasangan, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Angklung Srikandi PIP Memukau Para Tamu
Kemeriahan acara terus berlanjut hingga sore hari. Penampilan spesial datang dari Tim Angklung Srikandi PIP yang beranggotakan 18 personel. Mayoritas anggotanya merupakan warga belajar dan alumni PKBM Al Zaytun.
Kehadiran mereka menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan. Para personel tampil membawa angklung dengan penuh semangat. Turut hadir memberikan dukungan Ibu Hasnawati dan Ibu Winarsih, tutor PKBM Al Zaytun.
Tim Angklung Srikandi PIP membawakan beberapa lagu dengan iringan angklung yang dipadukan dengan gerakan koreografi menarik. Kekompakan bunyi angklung, gerakan para pemain, dan semangat mereka berhasil memukau para tamu undangan.
Beberapa tamu, tutor, dan anggota keluarga kemudian maju ke depan panggung bersama tuan rumah. Mereka memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan Tim Angklung Srikandi PIP sekaligus turut menyemarakkan suasana.
Penampilan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di PKBM Al Zaytun tidak hanya membangun kemampuan akademik. Warga belajar juga memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kekompakan, dan kemampuan berorganisasi.
Angklung yang dimainkan secara bersama-sama seakan menggambarkan kehidupan keluarga besar PKBM Al Zaytun. Setiap angklung memiliki nada yang berbeda, tetapi ketika dimainkan dengan irama yang selaras, semuanya menghasilkan harmoni yang indah.
Demikian pula hubungan antara tutor, warga belajar, dan alumni. Mereka memiliki latar belakang dan perjalanan hidup yang beragam. Namun, pengalaman belajar bersama telah menyatukan mereka dalam semangat persaudaraan.
Silaturahmi yang Tidak Berakhir Setelah Kelulusan
Seluruh rangkaian acara syukuran khitanan Ilham Arifin berlangsung dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Sejak acara seremonial pada pagi hari, karaoke bersama pada siang hari, hingga penampilan angklung pada sore hari, suasana kekeluargaan terus terpelihara.
Bagi Bapak Amir dan Ibu Sudarti, kehadiran keluarga besar PKBM Al Zaytun tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Syukuran khitanan putra mereka tidak hanya dihadiri kerabat dan masyarakat sekitar, tetapi juga orang-orang yang pernah berjalan bersama dalam proses pendidikan.
Acara itu menjadi bukti bahwa kelulusan bukanlah akhir dari hubungan antara PKBM Al Zaytun dan warga belajarnya. Ikatan yang tumbuh selama proses pembelajaran tetap hidup dalam berbagai peristiwa sosial dan keluarga.
Para tutor tetap hadir memberikan dukungan. Para alumni tetap saling menyapa dan membantu. Warga belajar pun merasakan bahwa mereka menjadi bagian dari keluarga besar yang saling menguatkan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk dan individualistis, kebersamaan seperti ini memiliki makna penting. Silaturahmi tidak hanya dipelihara melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui kehadiran tulus ketika salah satu anggota keluarga sedang menyelenggarakan hajatan.
Syukuran khitanan Ilham Arifin akhirnya meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir. Di antara alunan gambus, lagu karaoke, dan harmoni angklung, tersimpan pesan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya proses memperoleh pengetahuan.
Pendidikan juga merupakan proses membangun persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manusia-manusia yang bersedia bergembira serta saling mendukung dalam perjalanan kehidupan.
Alhamdulillah, kebersamaan antara keluarga, masyarakat, alumni, warga belajar, dan para tutor PKBM Al Zaytun telah menjadikan acara tersebut semakin bermakna. Semoga silaturahmi yang telah terjalin terus terpelihara, membawa keberkahan, serta menjadi inspirasi bagi tumbuhnya persaudaraan yang semakin kuat.**
——
![]()
