Tutor PKBM Al Zaytun Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris, Menyiapkan Pendidikan Kesetaraan Berwawasan Global


Tutor PKBM Al Zaytun Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris, Menyiapkan Pendidikan Kesetaraan Berwawasan Global

Oleh: Turaikhan, S.Pd dan Wawan Hernawan, S.Pd (Tutor PKBM Al Zaytun)

INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan kesetaraan tidak lagi cukup hanya mengantarkan warga belajar memperoleh ijazah. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membekali mereka dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia. Berangkat dari kesadaran tersebut, Tutor PKBM Al Zaytun terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui keikutsertaan dalam pelatihan “Two Day English Learning Revolution”, sebuah program peningkatan kompetensi bahasa Inggris yang diselenggarakan di Mahad Al Zaytun.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu sumber daya pendidik, dua tutor PKBM Al Zaytun, Turaikhan, S.Pd. dan Wawan Hermawan, S.Pd., mengikuti kegiatan Upgrading Bahasa Inggris yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Gedung Abu Bakar, Mahad Al Zaytun, Indramayu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan yang digagas LKM Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin melalui pelatihan-pelatihan tematik dengan peserta terbatas agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Pelatihan bertema “Two Day English Learning Revolution” menghadirkan Drs. Eddy Sudarmadji, M.M., M.B.A., Dipl. TEFL, President Director John Anderson Training and Consulting, sebagai narasumber utama. Selama dua hari, peserta mendapatkan pendekatan baru dalam pembelajaran bahasa Inggris yang menekankan metode inovatif, komunikatif, dan mudah diterapkan dalam praktik pembelajaran.

Bagi PKBM Al Zaytun, keikutsertaan tutor dalam pelatihan ini memiliki makna strategis. Pendidikan kesetaraan melayani warga belajar dengan latar belakang yang sangat beragam, sehingga tutor dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting untuk membuka akses warga belajar terhadap literasi global serta memperluas peluang mereka di masa depan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari tata bahasa Inggris, tetapi juga memahami paradigma baru pembelajaran bahasa. Drs. Eddy Sudarmadji menjelaskan bahwa grammar tidak perlu dihafalkan sebagai enam belas rumus yang terpisah. Seluruh struktur bahasa Inggris dapat dipahami melalui dua dimensi utama, yaitu dimensi waktu (time dimension) dan dimensi proses (process dimension). Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih sederhana, logis, dan mudah dipraktikkan.

Selain itu, peserta dilatih mengembangkan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, melalui pendekatan komunikatif yang mendorong keberanian menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata. Berbagai aktivitas interaktif, penyusunan kalimat, latihan bertanya berdasarkan unsur kalimat, hingga praktik komunikasi menjadi bagian dari pengalaman belajar yang berlangsung dinamis dan menyenangkan.

Bagi Tutor PKBM Al Zaytun, pelatihan ini juga menjadi refleksi bahwa profesionalisme pendidik ditentukan oleh kesediaannya untuk terus belajar. Tutor tidak boleh berhenti mengembangkan kompetensi karena perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Semangat belajar sepanjang hayat menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas.

Keikutsertaan Turaikhan, S.Pd. dan Wawan Hermawan, S.Pd. diharapkan menjadi awal lahirnya penguatan budaya pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan PKBM Al Zaytun. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan akan diimplementasikan dalam proses pembelajaran, sekaligus dibagikan kepada sesama tutor sebagai bagian dari budaya berbagi ilmu dan peningkatan mutu kelembagaan.

Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa PKBM Al Zaytun tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, tetapi juga terus mempersiapkan warga belajar agar memiliki kompetensi abad ke-21. Penguasaan bahasa Inggris dipandang sebagai salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan karakter, nilai, dan jati diri bangsa.

Pada akhirnya, pelatihan ini menegaskan sebuah keyakinan sederhana namun bermakna: ketika tutor terus bertumbuh, warga belajar pun akan ikut berkembang. Upgrading Bahasa Inggris bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju terwujudnya PKBM Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan kesetaraan yang unggul, adaptif, dan berwawasan internasional, dengan tutor sebagai motor penggerak perubahan.**


Red
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!