Persatuan Adalah Warisan Terbesar Bangsa Indonesia (Refleksi Kebangsaan Drs. Ch. Robin Simanullang dari Al Zaytun)


Persatuan Adalah Warisan Terbesar Bangsa Indonesia
(Refleksi Kebangsaan Drs. Ch. Robin Simanullang dari Al Zaytun)

Oleh : Ali Aminulloh

Di tengah dunia yang semakin dipenuhi polarisasi, konflik kepentingan, dan pertarungan identitas, Indonesia tetap berdiri sebagai salah satu bangsa yang mampu menjaga persatuannya di tengah keberagaman.

Keberhasilan itu tentu bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya.

Ia merupakan hasil dari perjuangan panjang para pendiri bangsa yang meletakkan fondasi kebangsaan di atas nilai persatuan, toleransi, dan semangat hidup bersama.

Namun sejarah juga mengajarkan bahwa persatuan tidak dapat diwariskan begitu saja.

Persatuan harus terus dirawat, dipelihara, dan diperjuangkan oleh setiap generasi.

Pesan itulah yang disampaikan Drs. Ch. Robin Simanullang, Wartawan Senior Majalah Tokoh Indonesia, saat menjadi salah satu pembicara dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun, Selasa (16/6/2026).

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas tokoh nasional, akademisi, tokoh lintas agama, unsur TNI dan Polri, mahasiswa, santri, dan masyarakat umum, Robin Simanullang menyampaikan refleksi kebangsaan tentang pentingnya menjaga persatuan sebagai modal utama menuju Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.

Indonesia dan Keajaiban Persatuan

Menurut Robin Simanullang, Indonesia merupakan salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah modern dunia.

Bagaimana tidak. Ribuan pulau yang dipisahkan oleh laut, ratusan kelompok etnis yang memiliki bahasa dan budaya berbeda, serta berbagai agama dan kepercayaan dapat hidup dalam satu negara yang bernama Indonesia.

Banyak negara di dunia menghadapi konflik berkepanjangan akibat perbedaan identitas.

Namun Indonesia mampu bertahan dan terus berkembang karena memiliki fondasi persatuan yang kuat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga oleh seluruh anak bangsa.

Persatuan bukan hanya bagian dari sejarah. Persatuan adalah kebutuhan masa depan.

Al Zaytun sebagai Laboratorium Kebangsaan

Dalam pandangan Robin Simanullang, salah satu hal yang menarik dari Al Zaytun adalah kemampuannya menghadirkan ruang perjumpaan bagi berbagai elemen bangsa.

Ia melihat Al Zaytun bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai laboratorium kebangsaan.

Di tempat ini, berbagai kelompok masyarakat dapat bertemu, berdialog, dan saling mengenal.

Pada peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut, hadir tokoh-tokoh lintas agama, akademisi, pejabat negara, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam satu forum yang penuh suasana kekeluargaan.

Menurut Robin, pemandangan seperti itu merupakan gambaran nyata dari cita-cita para pendiri bangsa.

Bahwa Indonesia dibangun bukan di atas keseragaman, melainkan di atas kemampuan untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Persatuan Tidak Boleh Menjadi Slogan

Robin Simanullang mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup hanya diucapkan dalam pidato atau ditulis dalam berbagai dokumen kenegaraan.

Persatuan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Persatuan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Persatuan harus tampak dalam cara masyarakat menghargai perbedaan.

Persatuan harus terlihat dalam kesediaan untuk berdialog dan bekerja sama demi kepentingan bangsa.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar bangsa saat ini adalah kecenderungan sebagian masyarakat untuk lebih fokus pada perbedaan dibandingkan persamaan.

Padahal sebagai bangsa Indonesia, terdapat jauh lebih banyak nilai yang mempersatukan daripada yang memisahkan.

Karena itu, semangat persaudaraan kebangsaan harus terus diperkuat.

Tantangan Global dan Pentingnya Kebersamaan

Dalam paparannya, Robin juga menyinggung berbagai tantangan global yang sedang dihadapi dunia.

Perkembangan teknologi yang sangat cepat, kompetisi ekonomi internasional, perubahan sosial, hingga arus informasi yang tidak terbendung menghadirkan tantangan baru bagi setiap bangsa.

Menurutnya, bangsa yang terpecah akan sulit menghadapi tantangan tersebut.

Sebaliknya, bangsa yang bersatu akan memiliki energi kolektif yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Karena itu, persatuan harus dipandang sebagai modal strategis pembangunan.

Persatuan bukan hanya persoalan sosial.

Persatuan juga memiliki nilai ekonomi, politik, budaya, dan bahkan pertahanan yang sangat penting bagi masa depan Indonesia.

Optimisme untuk Indonesia

Sebagai seorang wartawan yang telah lama mengamati perjalanan bangsa, Robin Simanullang mengaku tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia.

Menurutnya, bangsa ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, posisi strategis di tingkat global, keberagaman budaya yang luar biasa, serta masyarakat yang memiliki tradisi gotong royong yang kuat.

Seluruh potensi tersebut merupakan modal besar untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Namun potensi itu hanya akan menghasilkan manfaat apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga kebersamaan dan bekerja sama.

Karena itu, optimisme harus terus ditumbuhkan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kemampuannya sendiri.

Menjaga Warisan Para Pendiri Bangsa

Menjelang akhir paparannya, Robin Simanullang mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga warisan terbesar yang ditinggalkan para pendiri bangsa, yaitu persatuan Indonesia.

Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari perjuangan bersama berbagai kelompok masyarakat yang bersedia menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.

Semangat itulah yang harus diwariskan kepada generasi muda.

Dari podium Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Al Zaytun, Robin Simanullang menyampaikan pesan yang sangat relevan bagi kehidupan kebangsaan saat ini.

Bahwa Indonesia akan tetap kuat selama rakyatnya menjaga persatuan.

Indonesia akan tetap dihormati selama rakyatnya mampu hidup dalam kebersamaan.

Dan Indonesia akan terus melangkah maju apabila seluruh anak bangsa bersedia merawat warisan terbesar yang dimiliki negeri ini.

Warisan itu bernama Persatuan Indonesia.


Indonesia, 21 Juni 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!