Kiprah Juri PKBM Al-Zaytun Dibalik Ketukan Matras GOR Dharma Ayu Indramayu


Kiprah Juri PKBM Al-Zaytun Dibalik Ketukan Matras GOR Dharma Ayu Indramayu

INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Keriuhan pecah di dalam Gedung Olahraga (GOR) Dharma Ayu. Pekikan *”Kiai!”* bersahutan dengan gemuruh tepuk tangan ratusan penonton yang memadati tribun. Di atas matras, dua karateka muda saling berhadapan, tatapan mereka tajam, mencari celah untuk melepaskan pukulan dan tendangan presisi.
Di tengah atmosfer yang membakar semangat itu, ada satu sosok yang bergerak tenang namun tegas di sisi lapangan. Beliau adalah *Hartono, M.Pd.*, Sekretaris PKBM Al-Zaytun yang mengemban tugas krusial sebagai Ketua Komisi Perwasitan. Bersama jajaran tim Wasit Juri Indramayu, Hartono, M.Pd. menjadi benteng keadilan dalam *Kejuaraan Karate Antar Pelajar dan Mahasiswa Piala KADISDIKBUD Kabupaten Indramayu*, yang digelar Sabtu (23/5/2026).

*Menjaga Aturan di Atas Matras*

Memimpin sebuah turnamen yang melibatkan *278 peserta* dari berbagai lintas generasi bukanlah perkara mudah. Dari balita menggemaskan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), kepolosan siswa SD/MI, ketatnya persaingan remaja SMP/MTs dan SMA/MA, hingga gengsi tinggi di level Mahasiswa.Semuanya berkumpul di satu arena.
Di sinilah peran penting Hartono diuji. Sebagai representasi dari PKBM Al-Zaytun, dedikasinya di dunia pendidikan rupanya linear dengan ketegasannya di dunia bela diri. Setiap keputusan, kibaran bendera, dan tiupan peluit dari tim perwasitan yang dipimpinnya harus berjalan objektif berdasarkan standar teknik, kontrol, dan etika karate yang ketat.

“Kepemimpinan yang profesional di atas matras adalah kunci utama agar setiap pertandingan berlangsung adil, aman, dan memancarkan esensi karate yang sesungguhnya,” ungkap salah satu panitia di lokasi.

*Sinergi Pendidikan dan Olahraga*

Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, *Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si.* Dalam sambutannya, Dr. Caridin mengingatkan bahwa karate bukan sekadar urusan adu fisik atau mencari siapa yang paling kuat.
“Olahraga adalah wahana pengembangan karakter, disiplin, dan kebugaran bagi generasi muda. Kejuaraan ini adalah sarana memperkuat persaudaraan sekaligus membina bibit atlet bela diri yang berprestasi bagi Kabupaten Indramayu,” tutur Kadisdikbud saat membuka acara secara resmi.
Sejak pagi hingga petang, GOR Dharma Ayu menjadi saksi bisu perjuangan para atlet lewat babak penyisihan yang melelahkan, perempat final yang mendebarkan, hingga tensi tinggi di partai final. Ketegangan sempat memuncak di beberapa kelas *kumite* (tarung) dan *kata* (jurus), namun berkat kesiapan tim medis dan kepemimpinan wasit yang responsif, atmosfer kompetisi tetap berjalan kondusif dan aman.

*Masa Depan Emas Karate Indramayu*

Dukungan penuh dari orang tua, sekolah, dan komunitas olahraga lokal membuat GOR Dharma Ayu tak sekadar menjadi tempat bertanding, tapi juga ruang silaturahmi yang hangat. Saat peluit akhir berbunyi dan trofi Piala KADISDIKBUD diserahkan kepada para juara umum, ada senyum kepuasan dari seluruh pihak yang terlibat.
Keterlibatan aktif tokoh pendidikan seperti Hartono dari PKBM Al-Zaytun membuktikan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas digital atau formal, melainkan juga di atas matras pertandingan.
Melalui konsistensi sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan lembaga seperti PKBM, jalan bagi para karateka muda Indramayu untuk menembus panggung provinsi hingga nasional kini terbuka makin lebar. Mereka pulang tidak hanya membawa medali dan sertifikat penghargaan, tetapi juga jiwa ksatria yang siap menghadapi masa depan.**


Pewarta : Hartono, M.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!