Teliti Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Jawa, Dr. Alfiah, M.Pd. Raih Gelar Doktor di Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa
SEMARANG-JAYANEWS.COM – Dr. Alfiah, M.Pd, mampu mempertahankan disertasinya,dalam Sidang Terbuka Unnes, Jumat 22 Mei 2026..Hal ini menghantarkan dirinya untuk meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Pendidikan Bahasa.

Dr. Alfiah, M.Pd kepada JayaNews.com. menjelaskan,penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran bahasa Jawa berbasis proyek kolaborasi untuk penguatan _deep learning_ bagi peserta didik SMA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode _Research and Development_ dengan desain 4D Thiagarajan. Subjek penelitian meliputi guru dan 132 peserta didik SMA di empat sekolah.
Ia meneruskan, hasil penelitian menunjukkan: *(1)* Terdapat urgensi pengembangan model dengan kebutuhan dominan guru meliputi sintaks terstruktur 87,5%, refleksi terstruktur 62,5%, dan keterlibatan masyarakat 81,25%; serta kebutuhan siswa meliputi refleksi tiap tahap 51,83%, penilaian holistik 56,62%, dan contoh produk konkret 47,61%. *(2)* Karakteristik model mengintegrasikan _Project-Based Learning_ dengan _deep learning_ mindful, meaningful, joyful melalui enam komponen: sintaks 5 tahap berbasis budaya Jawa, sistem sosial kolaboratif-demokratis, prinsip reaksi responsif-adaptif, sistem pendukung multimodal, dampak instruksional 6C, dan dampak pengiring internalisasi nilai _njawani_. *(3)* Prototipe model sangat valid dengan indeks kelayakan 3,74/4,0 93,5% berdasarkan validasi 5 pakar dan reliabilitas Fleiss’ Kappa tinggi. *(4)* Model sangat praktis dengan respons guru 100% skor sangat baik dan respon positif siswa >85%. Model efektif meningkatkan hasil belajar dengan N-Gain 0,68 kategori sedang-tinggi dan _effect size_ Cohen’s d = 1,45 sangat besar. Rerata nilai meningkat dari 74,00 menjadi 91,42. Model juga efektif mengembangkan berpikir kritis 86,60%, kreativitas 89,69%, kolaborasi 88,66%, dan karakter cinta budaya Jawa 100%.

“Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran bahasa Jawa berbasis proyek kolaborasi terbukti valid, praktis, dan efektif untuk penguatan _deep learning_ serta revitalisasi bahasa dan budaya Jawa di SMA. Model direkomendasikan untuk diimplementasikan dan didiseminasikan lebih luas sebagai inovasi pendidikan bahasa daerah dalam Kurikulum Merdeka,” pungkasnya.**
Nur Fateah
—–
![]()
