Semangat Tanpa Batas Usia di Ujian PJOK PKBM Al-Zaytun
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Menuntut ilmu dan menjaga kesehatan sejatinya adalah proses seumur hidup yang tidak boleh terhalang oleh sekat usia. Filosofi luhur ini tergambar jelas dalam raut wajah puluhan warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun, Indramayu Barat. Pada Sabtu (16/5/2026), mereka membuktikan bahwa rambut yang mulai memutih dan usia yang tak lagi muda bukanlah halangan untuk menuntaskan kewajiban akademik dalam Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).
Bertempat di halaman Gedung Bazar Al-Zaytun yang asri, atmosfer hari itu terasa sangat berbeda. Sejak pukul 07.30 WIB, halaman gedung sudah mulai dipadati oleh sekitar 60 warga belajar. Mereka adalah para peserta program Paket A (setara SD kelas 6) dan Paket B (setara SMP kelas 9) yang bersiap menempuh ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesenian (PJOK). Uniknya, mayoritas dari mereka telah memasuki usia kepala empat, bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi kakek dan nenek. Namun, semangat yang mereka bawa pagi itu tidak kalah membara dibanding generasi muda.

*Harmoni Kebugaran di Bawah Langit Pagi**
Sebelum ketegangan ujian dimulai, pihak pengelola PKBM Al-Zaytun sengaja menciptakan suasana yang cair dan menyenangkan. Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh warga belajar, tidak terkecuali mereka yang menempuh program Paket C (setara SMA), berkumpul di lapangan terbuka untuk melaksanakan agenda kebugaran bersama. Senam massal ini menjadi jembatan kebersamaan yang hangat antar-sesama warga belajar.
Dipandu oleh Nurrohmah, selaku instruktur sekaligus Tutor PJOK PKBM Al-Zaytun, alunan musik mulai menghentak memecah keheningan pagi yang teduh. Konsep senam pagi ini disusun dengan sangat matang dan inklusif, menyesuaikan dengan kondisi fisik para peserta. Rangkaian gerakan diawali dengan Senam Tera yang bersahabat untuk lansia, kemudian berlanjut ke Senam Diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah.
Sebagai puncaknya, para peserta diajak memperagakan Senam 0 KM Indramayu Barat. Jenis senam ini merupakan program kebugaran khas daerah yang saat ini memang sedang gencar disosialisasikan oleh pemerintah setempat di sekolah-sekolah wilayah Indramayu Barat. Diputar dengan ketukan yang dinamis, senam ini berhasil memancing tawa dan keceriaan. Langkah kaki yang sesekali tidak kompak atau gerakan tangan yang terlambat justru menjadi bumbu kelucuan yang membuat suasana semakin akrab.

Meski peluh mulai membasahi pakaian olahraga mereka, wajah-wajah sumringah penuh kepuasan terpancar jelas. Hingga musik pendinginan bertempo lambat diputar pada pukul 08.45 WIB, tidak ada satu pun peserta yang memilih mundur atau beristirahat di pinggir lapangan. Semangat mereka benar-benar menolak untuk menyerah pada usia.
*Melepas Penat, Bersiap Ujian**
Pukul 08.45 hingga 09.00 WIB menjadi waktu rehat yang sangat berharga. Sesi lima belas menit ini dimanfaatkan para warga belajar untuk meneguk air minum dan menyeka keringat sembari saling melemparkan gurauan. Setelah lonceng pembatas waktu berbunyi, dinamika kegiatan pun bergeser secara tertib. Warga belajar dari Paket C dengan rapi melangkah menuju ruang kelas untuk melanjutkan pembelajaran teori di dalam ruangan.
Sementara itu, halaman Gedung Bazar Al-Zaytun kini sepenuhnya menjadi milik peserta Paket A dan Paket B yang bersiap menghadapi momen yang sesungguhnya: ujian praktik PJOK.
Materi ujian yang diujikan adalah penguasaan dan keserasian gerakan dasar senam kebugaran yang telah mereka pelajari selama satu semester terakhir. Ketika nama-nama mereka mulai dipanggil satu per satu berdasarkan kelompok, guratan ketegangan sempat menyelimuti wajah para peserta. Maklum saja, bagi sebagian besar warga belajar, konsep “ujian” di depan para penguji adalah hal yang sudah puluhan tahun tidak mereka rasakan.

*Menembus Ketegangan di Bawah Rindangnya Pohon*
Namun, tim tutor PKBM Al-Zaytun memiliki metode cerdas untuk mengikis kegugupan tersebut. Ujian dilaksanakan dengan iringan musik aerobik bertempo lambat (*slow*). Irama musik yang mengalun tenang ini terbukti ampuh menjadi terapi penenang bagi otot-otot kaki dan tangan peserta yang sempat kaku karena tegang.
Suasana alam pun seolah ikut mendukung jalannya ujian. Ketika waktu beranjak siang dan matahari mulai meninggi, cuaca di halaman Gedung Bazar Al-Zaytun tetap terasa sejuk dan bersahabat. Rindangnya pepohonan besar di sekitar area gedung bertindak bagai payung alam yang menghalau terik, memberikan kenyamanan ekstra bagi para peserta yang sedang dinilai.
Proses penilaian dilakukan secara objektif dan saksama oleh Nurrohmah selaku penguji utama. Agar ujian berjalan rapi dan terdokumentasi dengan baik, ia dibantu oleh dua rekan tutor lainnya, yaitu Maulida Diana dan Rohmatun Aliyah. Kedua tutor ini bertugas mengoordinasikan barisan peserta sekaligus mengabadikan setiap momen gerakan, baik melalui foto maupun rekaman video, sebagai bagian dari laporan akademik.
Melihat kegigihan para peserta, Nurrohmah mengaku sangat terharu dan bangga. “Melihat mereka yang usianya jauh di atas saya, tetapi begitu serius mengingat setiap detail gerakan dasar senam, itu adalah pemandangan yang luar biasa. Ujian ini bukan sekadar tentang benar atau salahnya gerakan, melainkan tentang kemenangan mereka melawan rasa tidak percaya diri,” ungkapnya di sela-sela penilaian.
Tepat pukul 10.30 WIB, peluit panjang tanda berakhirnya ujian berbunyi. Rasa lega langsung terpancar, diikuti riuh tepuk tangan dari seluruh peserta yang saling memberikan selamat satu sama lain. Hari itu, PKBM Al-Zaytun tidak hanya sukses menyelenggarakan agenda ujian rutin, tetapi juga berhasil mengukir sebuah catatan humanis: bahwa di bawah langit Indramayu Barat, asa untuk terus bertumbuh, belajar, dan hidup sehat akan selalu menyala tanpa pernah mengenal batas usia.**
Pewarta : Nurdiana (Tutor PKBM Al Zaytun)
——
![]()
