Semangat Membara di Ruang Ujian TKA Paket B PKBM Al-Zaytun
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – **Usia boleh lanjut, namun semangat tetap membara.** Kalimat filosofis ini bukan sekadar pemanis kata, melainkan cerminan nyata yang tertangkap di Gedung Bazar PKBM Al-Zaytun pada akhir pekan lalu. Di ruang itulah, keterbatasan usia dan waktu luruh oleh tekad yang bulat demi merajai ilmu pengetahuan melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) Susulan Paket B.
Digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (16–17 Mei 2026), agenda krusial ini dikawal langsung oleh Kepala PKBM Al-Zaytun bersama seluruh panitia pelaksana. Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari demi memastikan hak pendidikan para peserta terpenuhi dengan layak.
Menaklukkan Angka di Hari Pertama
Sabtu pagi yang tenang, gema basmallah mengangkasa di dalam ruangan. Kalimat suci itu menjadi jangkar doa, memohon kelancaran dan kemudahan sebelum lembar demi lembar soal dibuka. Pada hari pertama ini, bangku ujian hanya diisi oleh dua orang peserta.
Meski sepi secara kuantitas, atmosfer di dalam ruangan justru sarat akan energi positif. Semangat kedua peserta ini bergolak tinggi.
Tantangan hari pertama tidak main-main:Matematika. Pelajaran yang bagi sebagian orang dihindari, justru dihadapi dengan tatapan serius dan fokus penuh oleh mereka.
Namun, ujian sesungguhnya bukan cuma soal rumus di layar monitor. Kendala teknis sempat datang menguji kesabaran berupa jaringan sinyal yang timbul-tenggelam. Beruntung, berkat kesigapan panitia dan sikap kooperatif peserta, “badai digital” tersebut berhasil diredam. Rangkaian ujian hari pertama pun sukses dituntaskan dengan hasil terbaik.

Lonjakan Peserta dan Arahan
Penyejuk Hati
Evaluasi adalah kunci. Belajar dari kendala teknis di hari sebelumnya, panitia bergerak cepat pada hari kedua, Minggu (17 Mei 2026). Segala lini diperketat—mulai dari pengecekan kesiapan laptop, kestabilan jaringan internet, hingga infrastruktur penunjang lainnya dipastikan berada dalam kondisi prima.
Suasana hari kedua terasa jauh lebih dinamis. Sebanyak 15 peserta tampak memenuhi ruangan, bersiap menghadapi ujian Bahasa Indonesia. Sebelum jemari mereka menari di atas keyboard, Ustadz Karim hadir memberikan arahan sekaligus suntikan motivasi.
“Tetap tenang, fokus, dan teliti dalam mengerjakan soal. Insya Allah, hasil yang maksimal akan mengikuti,” pesan Ustadz Karim menyejukkan ruang ujian.
Tepat pukul 09.10 WIB, layar laptop serentak menyala. Hingga jarum jam menunjukkan pukul 11.00 WIB, ketertiban dan kesungguhan begitu pekat terasa. Tidak ada gurauan, yang ada hanyalah gairah untuk menyelesaikan setiap bait soal dengan paripurna.

Kehangatan di Penghujung Perjuangan
Ketika waktu ujian habis, desah napas lega spontan terdengar. Ucapan hamdallah berkumandang serempak di dalam Gedung Bazar, mengantarkan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara yang sempat diwarnai kendala tersebut.
Perjuangan mengejar paket kesetaraan ini pun ditutup dengan manis. Bukan dengan ketegangan, melainkan dengan acara makan bersama dan sesi foto bersama. Di depan bidikan kamera, terpancar senyum-senyum penuh kemenangan, sebuah simbol kebersamaan, kerja keras, dan bukti bahwa belajar adalah proses tanpa batas usia.**
Pewarta : Giarto, S.Pd (Tutor PKBM Al Zaytun)
——-
![]()
