Keluarga Besar PKBM Al Zaytun dan PIP Bangkitkan Harapan dari Halaman Kecamatan Gantar
INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Ahad pagi, 26 April 2026, halaman Kantor Kecamatan Gantar tidak tampil seperti biasanya. Di bawah langit yang cerah dengan semburat matahari yang hangat, kawasan yang lazimnya menjadi pusat pelayanan administratif itu mendadak berubah menjadi lautan semangat berwarna pink. Sekitar 70 ibu-ibu Keluarga Besar PKBM Al Zaytun yang tergabung dalam Paguyuban Ibu Pintar (PIP), terdiri dari tutor, warga belajar, dan alumni, berduyun-duyun memadati halaman kecamatan untuk mengikuti pembukaan kembali kegiatan senam rutin setelah lebih dari satu bulan libur karena bulan Ramadhan.
Namun pagi itu rupanya bukan hanya tentang olahraga.Ada denyut yang lebih besar dari sekadar gerak badan. Ada tekad bersama untuk menyehatkan tubuh sekaligus menegakkan ekonomi keluarga.
Dengan wajah-wajah berseri dan seragam olahraga pink yang kompak, para ibu menghadirkan pemandangan yang begitu hidup. Cerahnya pagi seolah menyatu dengan cerahnya optimisme yang terpancar dari raut mereka. Tepat pukul 07.30 WIB, kegiatan dibuka oleh instruktur senam Nur Rohmah, tutor PKBM Al Zaytun, dengan sapaan hangat yang langsung membakar antusiasme peserta.

Usai pembukaan, Ketua PIP Sri Wahyuni menyampaikan sambutan yang menjadi penanda dimulainya bukan hanya senam bersama, tetapi juga Bazar Perdana PIP Keluarga Besar PKBM Al Zaytun.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bazar ini diselenggarakan sebagai wadah bagi ibu-ibu untuk menawarkan hasil karya, hasil olahan, hasil berkebun, maupun hasil beternak agar memiliki nilai jual dan mampu menambah pemasukan rumah tangga. Gagasan ini disambut penuh syukur oleh seluruh peserta. Hamdalah pun menggema, sederhana tetapi sarat harapan.
Sebab bagi mereka, inilah ruang baru tempat ibu-ibu tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi keluarga.
Sejak pagi, para peserta ternyata datang bukan hanya membawa perlengkapan senam. Banyak di antara mereka memikul tas, kardus, hingga box berisi dagangan yang akan dipamerkan. Di sisi barat halaman kecamatan, panitia telah menyiapkan area bazar. Di sana, satu per satu produk ditata memanjang dengan rapi: aneka snack, kerupuk matang dan mentah, sayur matang, hasil tani berupa sayuran segar dan pisang, telur bebek, lampu otomatis, hingga pakaian pantas pakai gratis yang bisa diambil siapa saja.

Halaman Kecamatan Gantar pun seketika menjelma menjadi ruang interaksi sosial yang hangat—perpaduan antara arena olahraga, pasar rakyat, dan tempat berbagi.
Setelah senam selesai, peserta diarahkan menuju lokasi bazar. Di sinilah suasana berubah semakin semarak. Ibu-ibu penjual melayani dengan ramah, sementara pembeli berkeliling dengan mata berbinar memilih dagangan milik sesama anggota. Tidak tampak wajah-wajah yang canggung. Yang terlihat justru kegembiraan kolektif, karena transaksi yang terjadi pagi itu bukan sekadar jual beli, tetapi bentuk nyata saling melarisi, saling mendukung, dan saling menguatkan
Dagangan yang dibawa hampir habis seluruhnya.Pedagang tersenyum puas, pembeli pun pulang dengan hati senang. Bahkan di beberapa sudut terdengar canda tentang saling tukar produk, saling merekomendasikan dagangan, hingga saling memuji hasil olahan satu sama lain. Suasana kekeluargaan begitu terasa.
“Barokalloh untuk semua yang ikut mensukseskan bazar perdana ini. Dengan niat berbagi kebahagiaan, yang membawa produk maupun yang membeli sama-sama tidak ada beban. Semua senang. Yang membeli membantu melarisi dagangan teman sendiri, yang jual juga tidak memikirkan harus banyak untung. Bahkan ada yang saling tukar produk. Seru dan sukses acaranya,” ungkap Winarsih, tutor PKBM Al Zaytun.
Ia menambahkan, kegembiraan pagi itu semakin lengkap ketika ibu-ibu menemukan adanya pembagian pakaian pantas pakai gratis yang telah disiapkan panitia. Mukena, baju bayi, gamis, celana, hingga atasan yang masih sangat layak pakai menjadi berkah tambahan yang disambut antusias.
Pembina Paguyuban, Dewi Asih Nusantari, turut mengungkapkan rasa syukurnya melihat semangat kebersamaan yang tumbuh begitu alami.

“Alhamdulillah… seruuu sekali ya. Semoga bazar-bazar selanjutnya lebih sukses lagi,” tuturnya.
Apa yang dilakukan Keluarga Besar PKBM Al Zaytun dan PIP pada Ahad pagi itu sesungguhnya bukan kegiatan biasa. Ini adalah langkah strategis pemberdayaan.
Bazar paguyuban menjadi media bagi ibu-ibu untuk naik kelas: dari sekadar memproduksi di rumah menjadi berani memasarkan; dari sekadar memiliki keterampilan menjadi mampu menghasilkan nilai ekonomi; dari sekadar berkumpul menjadi membangun jejaring usaha bersama.
Kegiatan seperti ini membuka peluang ekonomi lokal, memperkuat kreativitas, melatih kemampuan pemasaran, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota. Di tengah tantangan kebutuhan hidup yang terus meningkat, gerakan kecil seperti ini justru menjadi fondasi penting ketahanan ekonomi keluarga.
Karena itulah, harapan seluruh peserta mengerucut pada satu keinginan yang sama: bazar ini dapat diagendakan rutin dua pekan sekali beriringan dengan senam bersama, sehingga kegiatan sehat jasmani dapat berjalan seiring dengan sehatnya dapur keluarga.
Pembina paguyuban pun mengarahkan agar gerakan ini terus dikembangkan melalui kolaborasi lebih luas bersama warga belajar PKBM Al Zaytun, agar terbentuk usaha bersama sebagai ikhtiar nyata perbaikan ekonomi Keluarga Besar PKBM Al Zaytun.
Di bawah cahaya matahari Ahad itu, sebuah pesan sederhana terasa sangat kuat:
bahwa ketika ibu-ibu bergerak bersama, yang bangkit bukan hanya semangat pagi, tetapi juga harapan hidup banyak keluarga.
Alhamdulillah, bazar perdana ini bukan sekadar pembukaan kegiatan—melainkan pembukaan jalan menuju kemandirian.**
Pewarta : Sri Wahyuni, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)
——–
![]()
