Waduk Cipancuh : Potensi Wisata yang Masih Terpendam

Waduk Cipancuh : Potensi Wisata yang Masih Terpendam

INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Pagi itu, angin berembus pelan di atas permukaan air yang luas, memantulkan langit biru tanpa cela. Di kejauhan, langkah-langkah ringan para pejalan kaki menyatu dengan suara alam yang tenang. Siapa sangka, di sudut Indramayu, tersembunyi sebuah potensi wisata yang begitu memikat: Waduk Cipancuh.

Terletak di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat, Waduk Cipancuh yang oleh masyarakat setempat lebih akrab disebut “wadukan”, bukan sekadar bentangan air biasa. Dibangun pada tahun 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda, waduk ini memiliki luas sekitar 700 hektare dan menjadi salah satu penopang penting kehidupan masyarakat sekitar.

Fungsi utamanya adalah mengairi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gantar dan Haurgeulis. Dari sinilah sawah-sawah mendapatkan kehidupan, dari sinilah hasil panen bergantung. Waduk ini bukan hanya tentang air, tetapi tentang harapan para petani.

Namun, di balik fungsi vitalnya, Waduk Cipancuh menyimpan pesona lain yang belum sepenuhnya tergarap. Hamparan air yang luas, suasana yang tenang, serta panorama yang memanjakan mata menjadikannya sangat potensial sebagai destinasi wisata. Setiap harinya, warga sekitar memanfaatkan tempat ini untuk berolahraga ringan seperti jogging atau sekadar berjalan santai menikmati udara segar, wisata gratis yang menenangkan jiwa.

Di sepanjang anak sungai dan area sekitar waduk, geliat ekonomi kecil mulai tumbuh. Pedagang makanan, pakaian, hingga jajanan tradisional berjejer, terutama saat hari libur. Setiap Ahad, kawasan ini menjadi lebih hidup. Pengunjung berdatangan, membawa keluarga, menikmati suasana sederhana namun penuh makna.

Termasuk saya bersama istri, pada Ahad, 29 Maret 2026. Kami menyempatkan diri berjalan santai sambil “okeke” (olah kebugaran kaki) menyusuri tepian waduk. Tanpa tiket, tanpa hiruk-pikuk kota, hanya ada ketenangan dan kebersamaan.

Sayangnya, potensi besar ini masih belum dikelola secara optimal. Padahal, jika disentuh dengan pengelolaan yang profesional, Waduk Cipancuh bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Belum dikelola saja sudah banyak orang yang mengais rezeki. Apalagi kalau dikelola secara profesional, selain pemerintah daerah mendapat income, ekonomi akan berputar dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujar Dewi Asih Nusantari.

Harapan pun mengalir, setenang air waduk yang luas itu. Semoga Pemerintah Kabupaten Indramayu tergerak untuk melihat dan mengembangkan potensi terpendam ini. Sebab, di balik ketenangannya, Waduk Cipancuh menyimpan masa depan yang menjanjikan.**


Pewarta : Ali Aminulloh
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!