ZAMAN KERAJAAN MALAKA HINGGA JOHOR ORANG MELAYU DAN ORANG JAWA BERSAUDARA
Oleh Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )
Sebelum kedatangan penjajah Portugis, orang Melayu dan orang Jawa tidak dibedakan dan dianggap sama yaitu disebut orang Jawa/jawi oleh para pedagang Arab karena sama sama beragama Islam dan bentuk fisik yang serupa. di zaman kerajaan Malaka di semenanjung disebut tanah jawi.
Penyebutan Melayu untuk orang Melayu baru ada di zaman Portugis, karena Portugis hendak memisahkan antara orang Jawa dan orang Melayu yg ada di semenanjung agar mudah dipecah belah dan adu domba.
Sebenarnya hubungan antara orang Jawa dan Melayu di zaman kerajaan Malaka sangatlah erat , tidak ada perbedaan diantara keduanya, mereka bersaudara..bahkan sultan Malaka membuat syair yang berbunyi KALAU ROBOH KOTA MALAKA ,PAPAN DI JAWA HAMBA DIRIKAN,KALAU SUNGGUH BAGAI DIKATA NYAWA DAN BADAN HAMBA SERAHKAN.
Ketika Malaka direbut oleh Portugis, Kesultanan Demak memberi bantuan besar untuk melawan Portugis di Malaka, terutama melalui dua serangan utama yang dipimpin Pati Unus (1512, 1513) untuk membebaskan Malaka dari monopoli Portugis, meskipun serangan awal Pati Unus gagal.
Kemudian bantuan Jawa kembali dilakukan untuk membantu Johor pada 1550 sempat dan berhasil merebut sebagian kota sebelum dipukul mundur. Bantuan untuk Sultan Johor (Sekitar 1550) yang dipimpin oleh Ratu Kalinyamat dari Jepara (putri Sultan Trenggana) Membantu Sultan Johor yang meminta bantuan untuk menyerang Malaka.
Bantuan 40 kapal dan 4.000 personel. Gabungan armada Jepara, Melayu, dan Aceh berhasil memukul mundur Portugis dan merebut sebagian kota, namun Portugis menyerang balik dan pasukan Jawa bertahan di darat sebelum mundur.
Bantuan Jawa berlanjut pada Ekspedisi Jepara Lanjutan (1574) masih dipimpin oleh Ratu Kalinyamat sebanyak 300 kapal dan 15.000 personel untuk membantu Kesultanan Aceh menyerang Malaka, Pertempuran sengit selama 3 bulan, namun sebagian besar pasukan Jepara gugur dalam pertempuran ini karena persenjataan Portugis lebih maju.
Namun saya heran kenapa orang Melayu Malaysia zaman sekarang begitu membenci orang Jawa.***
Banjarmasin, 16 Januari 2026
——–
![]()
