BAHASA BANJAR MELAHIRKAN BAHASA MINANGKABAU,MELAYU DAN BAHASA INDONESIA
Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )
Bahasa Banjar dibawa oleh Dapunta Hiyang Srijayanasa bersama 20.000 orang Banjar yang berangkat dari Muara Tamban Kalimantan Selatan menuju mukha upang di Sumatera Selatan untuk mendirikan Banua Sriwijaya pada tahun 683 Masehi ( Prasasti Kedukan Bukit).
Pada abad 12 Keturunan Dapunta Hiyang Srijayanasa yang bernama Srimat Trilokyarala Maulibhusana Warmadewa bersama keturunan orang Banjar dari Sriwijaya mendirikan kerajaan Dharmasraya. Bahasa Banjar terdeteksi di kerajaan Dharmasraya dalam Naskah Tanjung Tanah dan Tembo Kerinci yang ditemukan di kerinci.
Kemudian pada abad ke 14 tepatnya tahun 1347 Adityawarman memindahkan pusat pemerintahan Dharmasraya ke Pagaruyung kemudian dikenal sebagai kerajaan Pagaruyung, Kemungkinan inilah awal mula Bahasa Banjar yang dibawa dari Dharmasraya mulai berevolusi menjadi bahasa Minangkabau karena berasimilasi dengan bahasa lokal Pagaruyung.
Pada Tahun Abad ke 15 tepatnya pada tahun 1402 Seorang keturunan dari raja Sriwijaya yaitu Prameswara mendirikan kerajaan Malaka di semenanjung, di Malaka ini Bahasa Banjar berasimilasi dengan ratusan bahasa yang ada di Malaka sehingga pada tahun 1440-1602 mulai muncul bahasa baru yang disebut dengan bahasa Melayu. Karena kebesaran pengaruh kerajaan Malaka yang melakukan perdagangan di asia Tenggara sehingga bahasa Melayu menyebar hampir ke seluruh Nusantara sebagai bahasa perdagangan.
Pada tahun 1928 pada sumpah pemuda ,Bahasa Melayu ditetapkan sebagai dasar bahasa Indonesia ditambah dengan serapan dari berbagai bahasa daerah yg ada di Nusantara ditambah serapan dari bahasa asing seperti arab, Belanda, Cina, English dll sehingga resmi menjadi bahasa Indonesia.***
Banjarmasin Kalsel, 27 Desember 2025
———-
![]()
