Polindra Kembangkan Mesin Crusher Plastik Inovatif, Solusi Efektif Atasi Masalah Sampah
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Politeknik Negeri Indramayu mengembangkan mesin Crusher Plastik Inovatif, solusi efektif atasi masalah sampah plastik yang terus menumpuk dan menjadi salah satu ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Plastik yang sulit terurai bisa mencemari tanah dan air, bahkan dalam jangka panjang memicu gangguan kesehatan seperti kanker.
Menjawab tantangan itu, tim dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) mengembangkan mesin pencacah botol plastik tipe crusher dengan sistem bilah gabungan (monolitik ganda), yang mampu bekerja lebih efisien dan tahan lama dibandingkan mesin konvensional.
Penelitian ini dilakukan oleh Muhammad Luthfi, Dedi Suwandi, dan Badruzzaman dari Program Studi D3 Teknik Mesin Polindra.
Karya ilmiah mereka telah dipublikasikan di Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 1 Tahun 2025 (Sinta 4) sebagai hasil penelitian yang didanai melalui skema PUKTI SIPASTI internal Polindra tahun 2024.
Hal tersebut seperti apa yang dikatakan oleh Muhammad Lutfi Tim Peneliti Politeknik Negeri Indramayu kepada Jaya News.com, Senin 3 November 2025.
Luthfi menambahkan , timnya terdorong membuat mesin ini karena masih banyak mesin pencacah plastik yang mudah rusak dan kurang efektif dalam proses pemotongan. Umumnya, mesin konvensional menggunakan bilah terpisah yang disusun dan diikat pada poros.
Sistem ini sering menimbulkan slip atau selip pada bilah saat digunakan dalam waktu lama, sehingga kinerja mesin menurun dan bagian bilah cepat aus.
“Inovasi kami adalah bilah monolitik, yaitu bilah yang dibentuk dari satu batang poros besar yang diproses dengan mesin bubut. Jadi, tidak ada sambungan antar bilah yang bisa longgar,” jelas Luthfi.
Desain ini membuat proses pencacahan lebih stabil, kuat, dan awet digunakan.
Hasil uji coba menunjukkan kinerja mesin yang sangat baik.
Dalam waktu hanya satu menit, mesin ini mampu mencacah setengah kilogram (500 gram) plastik, atau setara dengan 30 kilogram dalam satu jam kerja.
Mesin ini menggunakan dua pisau besar yang berputar berlawanan arah dengan jumlah total 27 bilah. Putaran pisau yang kuat didukung oleh motor listrik berdaya 3,8 tenaga kuda, sementara rangka mesinnya sangat kokoh dan aman karena mampu menahan beban jauh di atas batas normal.
“Menariknya, hasil pengujian memperlihatkan bahwa jenis dan ketebalan plastik jauh lebih menentukan ukuran potongan hasil cacahan dibanding kecepatan putaran pisau. Plastik keras seperti akrilik dari limbah industri menghasilkan potongan paling kecil, yakni sekitar 2 hingga 31 milimeter. Sebaliknya, plastik rumah tangga seperti ember atau toples yang lebih lentur menghasilkan potongan yang sedikit lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu Tim Peneliti yang lainnya Dedi Suwandi Menambahkan Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Polindra dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Mesin ini bisa dimanfaatkan oleh industri daur ulang plastik skala kecil hingga menengah, serta menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa teknik mesin untuk memahami rekayasa manufaktur berorientasi lingkungan.
“Masalah sampah plastik tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengurangi penggunaan. Kita juga perlu solusi teknologi yang bisa membantu mendaur ulangnya. Mesin ini adalah langkah awal untuk itu,” ujarnya.
Badruzzaman yang merupakan Tim Peneliti juga menambahkan, Politeknik Negeri Indramayu terus mendorong dosennya untuk menghasilkan riset aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Melalui dukungan dana penelitian internal PUKTI SIPASTI, kampus ini berkomitmen melahirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata.
“Ini bukti bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Polindra mampu melahirkan teknologi tepat guna untuk menjawab masalah lingkungan di masyarakat,
Dengan inovasi mesin crusher berbilah monolitik ganda ini, Polindra berharap dapat membuka peluang baru bagi pengelolaan limbah plastik di daerah, sekaligus memperkuat posisi kampus dalam bidang rekayasa mesin dan inovasi ramah lingkungan.**
Bakhrudin
—–
![]()
