Purbaya Yudhi Sadewa Terkesan Sedang Memerankan Fungsi dan Tugas Wakil Presiden Yang Tidak Maksimal Berperan


Purbaya Yudhi Sadewa Terkesan Sedang Memerankan Fungsi dan Tugas Wakil Presiden Yang Tidak Maksimal Berperan

Penulis : Jacob Ereste
Wartawan Lepas

Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa, secara formal sebagai Menteri Keuangan Indonesia akan menindak tegas terhadap praktek penyelundupan dan penyelewengan keuangan, sehingga akan segera akan melakukan penangkapan secara besar-besaran, sungguh menggembirakan bagi rakyat yang sudah jenuh dan muak terhadap perilaku tindak kejahatan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh aparat maupun pengusaha yang culas merusak tatanan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Tindakan yang ajan dilakukan tanpa memandang jabatan atau pengaruh para pelaku tindak kejahatan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Presiden, sehingga cukup meyakinkan Purbaya Yudhi Sadewa telah mewakili Presiden, atau menggantikan posisi Wakil Presiden yang seharusnya mengatasi berbagai masalah yang harus diatasi untuk memulihkan kondisi ekonomi dan politik dinasti yang telah merusak tatanan berbangsa maupun bernegara di negeri ini.

Langkah Purbaya Yudhi Sadewa yang akan segera memulai dari sektor industri dam produk impor yang kerap disusupi barang selundupan menjadi prioritas utama dalam gebrakannya sebagai Wakil Presiden bayangan yang tidak berbuat apa-apa untuk menjalankan tugas serta fungsinya sebagai pembantu Presiden.

Sebagai Menteri Keuangan yang bertugas dan berfungsi untuk menata keuangan negara, Purbaya Yudhi Sadewa mampu memperluas wilayah tugas dsn fungsinya — yang terkait dengan ketertiban keuangan negara — boleh saja bertindak melakukan fungsi dan tugas Presiden yang tidak mampu dilakukan oleh Wakil Presiden sehingga untuk memantapkan suasana seremonial saja terkesan tidak mampu memberi kesan yang berarti dari acara tersebut. Lalu bagaimana mungkin dapat melakukan kebijakan-kebijakan yang perlu dan penting untuk melakukan perbaikan dari carut marutnya negeri ini yang telah koyak moyang oleh ulah rezim penguasa sebelumnya yang korup tidak hanya dalam hal ekonomi, tapi juga korup dalam menjalankan hukum maupun politik yang lebih dominan mengedepankan kronis edan dinasty.

Sosok Menteri Keuangan yang baru memang jadi terkesan memberi angin segar yang baru dalam kegundahan hati rakyat kebanyakan yang sudah terlalu lama bersabar menanti terjadinya perubahan-perubahan menuju tatanan berbangsa dan bernegara dalam tatanan yang baru, segar dan membangkitkan semangat untuk bangkit bersama membangun negeri ini agar dapat lebih baik, lebih beradab, lebih manusiawi dan lebih sejahtera melalui kemampuan untuk keluar dari lingkungan yang serba korup, tidak hanya dalam arti ekonomi, rapi juga dalam arti politik, hukum dan budaya bangsa yang terkesan sangat merosot.

Karena itu tak heran banyak orang menaruh pengharapan pada kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa untuk menciptakan suasana yang baru, segar dan kembali penuh optimis bahwa negeri ini dapat diperbaiki dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, karena kondisi dan situasi sudah terlalu lama memburuk, segampang harapan rakyat masih tersisa untuk berkedudukan lebih baik dari hari-hari kemarin. Karenanya, bisa segera dibayangkan jika semua harapan itu hanya pepesan kosong — sekedar omong doang — maka dapat dipastikan suasana justru akan berbanding terbalik, menimbulkan ledakan kemarahan yang tidak mampu dibayangkan oleh siapapun, apalagi kemudian sekedar ingin diredam, agar kemarahan tidak terus membuncah tanpa bisa dikendalikan oleh siapapun. Tentu saja harapan yang baik seperti apa yang telah dilakukan oleh Purbaya Yudhi Sadewa — sungguh tumbuh dari ketulusan hati yang murni. Bukan sedang melakukan uji coba model pencitraan dalam versinya yang terbaru.**


Banten, 18 Oktober 2025
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!