Melirik Sosok Sepi Wanimbo,Penulis Muda Dari Papua Yang Produktif
Tak terasa kedua buku di bawah ini adalah karya kawan Angginak Erame atau yang lebih lengkap bernama Angginak Sepi Wanimbo. Pria asal suku besar Lanny ini, dalam diamnya hanya dalam rentang waktu tiga tahun belakangan sudah menulis lebih dari 5 judul buku.
Tidak hanya buku dengan bertemakan sosial politik, Wanimbo juga menulis karyanya dengan tema masyarakat adat, tanah dan dinamika perubahan demografi kependudukan yang menjadi masalah yang mengancam hidup orang asli Papua dewasa ini.
Dua buku terakhir di bawah, bertemakan transmigrasi dan kebudayaan suku Lanny. Meski barangkali kehadiran karyanya masih masih jauh dari sempurna, apresiasi dan penghargaan patut diberikan kepada pria mantan ketua departemen pemuda Baptis West Papua (PGBWP) ini.
Menghadirkan buku semacam ini ditengah situasi ketergantungan yang tinggi terhadap konsumsi medsos serta rendahnya tingkat literasi buku, merupakan pekerjaan mulia dan penting dilakukan oleh generasi muda Papua.
Mengamati, menghidupi dan menuliskan apa yang menjadi ilmu pengetahuan lokal atau genuine knowledge atau yang disebut sebagai etnosains dewasa ini adalah tugas dan tanggung jawab generasi muda.
Penting bagian ini agar ilmu pengetahuan lokal tidak sirna tergilas lajunya ilmu pengetahuan luar yang makin terlembagakan dan ramai² dipelajari melalui kurikulum di tiap tingkatan satuan pendidikan.
Jejak dan terobosan kawan Wanimbo perlu diikuti oleh setiap kita, terutama generasi muda dari setiap suku bangsa di tanah Papua dalam kerangka memacu jiwa penulis, periset dan ilmuwan lokal tetapi juga mengasah jiwa kritis dalam mempertahankan eksistensi etnosains warisan leluhur di atas tanah ini.(bl)**
Papua, 18 September 2025,
Bawi N Kogoya
—-
![]()
