JAKARTA-JayaNews.com – Muhamad Rahman adalah seorang pembelajar kehidupan yang menaruh perhatian besar pada hubungan antara kejernihan hati, kesadaran diri, dan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan secara selaras.
Perjalanan penulis buku Intuisi ini bukanlah perjalanan singkat. Sejak tahun 1989, ia telah belajar, mengamati, dan mengalami bagaimana intuisi bekerja dalam kehidupan nyata. Dalam pengamatannya bertahun-tahun, intuisi hampir selalu dipahami masyarakat sebagai sesuatu yang mistis atau klenik, sehingga sulit dijelaskan secara jernih dan rasional.
Pada tahun 2020, Muhamad Rahman membaca buku berjudul “Klangenan” karya Coach Krisnamurti. Dari pertemuannya dengan Krisnamurti, ia mendapat pencerahan sekaligus inspirasi untuk membuat buku Intuisi. Bahwa apa yang selama ini dirasakan secara intuitif ternyata dapat dijelaskan dengan pendekatan yang lebih sadar, terstruktur, dan dapat diterima secara luas.
Dalam karya bukunya ini, Muhamad Rahman mengembangkan pendekatan yang ia jalani dengan proses HENITATU, yakni pendekatan spiritual yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Sebelumnya, ia meminta izin dan dukungan kepada Krisnamurti, lalu diperkenankan, barulah lahir salah satu cara memahami intuisi yang memadukan kejernihan batin, proses memaafkan, bersyukur, serta keheningan hati.
Bagi Muhamad Rahman, intuitif bukanlah sesuatu yang ajaib, melainkan kecerdasan alami manusia yang muncul ketika hati dalam keadaan bersih dan tenang.
Buku berjudul INTUISI Menyelaraskan HENITATU & Nurani karya Rahman ini membahas antara lain mengapa intuisi penting dalam kehidupan modern, mengapa intuisi butuh kejernihan tubuh-batin, dan bahwa setiap orang punya intuisi.
Penulis yang berprofesi sebagai penulis, coach, dan trainer ini pernah bekerja di perusahaan nasional, pernah menjadi profesional pada perusahaan multinasional sebagai support system, dan pernah mentrainer para pegawai DLLAJR tentang penggunaan alat impor mobil, cara memasangnya, kemudian ia membuat buku manualnya mengenai penggunaan _lamp_ (lampu yang baik), rem, dan gas. Ia juga pernah bekerja masing-masing 5 tahun pada perusahaan bergengsi lainnya. Ia merupakan lulusan Sarjana Strata 1 yang kini banyak diminta mengisi kajian-kajian di masjid, di antaranya di Masjid Al-Hikmah Kecamatan Duren Sawit dan Masjid Al-Iman Cipinang Elok, Jatinegara, Jakarta Timur.
Penulis menyadari buku ini jauh dari sempurna dan mengharapkan kritik serta saran membangun. Bagi masyarakat pembaca yang ingin mengoleksi buku ini dapat menghubungi penulis di HP 0813-1037-3631, Semoga bermanfaat.**
Penulis : Sudrajat
——–
![]()
