KETIKA SISTEM MEMBUNGKAM FIGUR YANG JUJUR

Ketika Sistem Membungkam Figur yang Jujur.

Oleh: Dewan Redaksi Jayanews.com

Di atas kertas, sistem selalu benar.
Ia punya pasal, punya SOP, punya rantai komando.
Tapi di lapangan, sistem sering lupa satu hal: ia dijalankan oleh manusia.

Dan ketika seorang ” figur” memilih “jujur”, benturan itu tak terelakkan.

1. Mesin yang Tak Mengenal Nama.

Sistem diciptakan agar adil. Tapi keadilan di atas kertas berbeda dengan keadilan di lapangan.
Sistem bertanya: “Prosedurnya bagaimana?”
Figur yang jujur bertanya: “Nurani kita ke mana?”

Ketika laporan manipulasi data ditolak dengan alasan “nanti gaduh”,
Ketika whistleblower dicap “tidak solid”,
Itulah tanda sistem sudah berubah dari alat, menjadi tuan.

2. Figur: Target Empuk Karena Benar.

Ironis. Orang yang paling cinta pada institusi justru yang paling sering dikorbankan.
Karena ia berani bilang “ini salah” saat semua orang memilih diam.
Karena ia mengutamakan integritas di atas karir.

Seorang Pejabat negara, seorang auditor, seorang guru.
Mereka tidak melawan sistem. Mereka hanya mencoba menyelamatkan sistem dari dirinya sendiri.

3. Harga dari Diam.

Setiap kali kejujuran dibungkam, sistem membayar mahal.
Kepercayaan publik runtuh.
Anggota lain belajar: “lebih aman diam”.
Dan lama-lama, kita punya institusi yang sempurna di laporan, tapi busuk di dalam.

4. Jalan Keluar: Humanisasi Birokrasi.

Negara tidak butuh robot berseragam. Negara butuh manusia berseragam yang berani.
Caranya:
1. Lindungi pelapor , Jangan hukum orang yang menyalakan lampu.
2. Pimpinan jadi tameng . Jangan jadikan bawahan sebagai tumbal.
3. Revisi aturan kaku . Jika aturan membuat yang benar terlihat salah, maka aturan itu cacat.

Sistem tanpa figur jujur akan jadi tirani prosedur.
Figur tanpa sistem akan jadi anarki moral.

Penutup.

Suatu hari, peraturan ini akan diarsipkan. Struktur ini akan berganti.
Tapi yang diingat publik bukan nomor SOP-nya. Yang diingat adalah: siapa yang berani jujur saat semua memilih bungkam.

Karena pada akhirnya, yang menyelamatkan institusi bukan sistemnya.
Tapi orang-orang di dalamnya yang menolak menjual kejujuran demi kenyamanan.

Indramayu, 15 September 2026.
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!