INDRAMAYU-JayaNews.com – Keluarga di Blok Desa 2, Desa/Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu mengeluhkan tagihan perawatan di RS Ibu dan Anak Pertamina Balongan yang mencapai Rp17.309.503. Padahal pasien masih aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Keluhan itu disampaikan A. Salam selaku paman pasien melalui surat permohonan bantuan tertanggal 10 September 2026. Surat ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu Lucky Hakim. Tembusan juga dikirim ke Ketua Komisi IX DPR RI, Menteri Kesehatan RI, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan RI.
Dalam surat tersebut disebutkan, tagihan untuk keponakannya Nafisah Nur Adila Syakira sebesar Rp11.794.427 dan untuk ibunya Rp5.515.076. “Ibu nya single parent,” tulis A. Salam dalam suratnya.
Ia mengaku sudah menghubungi pihak RS Pertamina Balongan melalui WhatsApp dan mendapat jawaban bahwa rumah sakit tersebut sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Berdasarkan hal tersebut saya mohon agar dibantu secepatnya karena pasca perawatan masih pemulihan, padahal keponakan saya yang bersangkutan masih AKTIF sebagai peserta BPJS Kesehatan Negara Republik Indonesia,” bunyi surat tersebut.
A. Salam berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Ia juga menyampaikan harapan agar program JKN BPJS Kesehatan milik pemerintah bisa benar-benar digunakan di seluruh rumah sakit, baik negeri maupun swasta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Pertamina Balongan belum memberikan keterangan resmi.**
Redaksi
——
![]()
