INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Politeknik Negeri Indramayu (POLINDRA) berhasil mengembangkan PELEM AYU (Pemantauan Efektif Lahan dan Evaluasi Mangga Indramayu). Sistem cerdas berbasis web ini mengintegrasikan Hybrid Spatial–Temporal Machine Learning dan WebGIS untuk memprediksi produktivitas mangga di 31 kecamatan Kabupaten Indramayu.
Ketua Peneliti Moh. Ali Fikri, S.Kom., M.Kom.,Senin 7 September 2026, menyampaikan, PELEM AYU merupakan hasil penelitian skema PUKTI SIPASTI POLINDRA 2026. Tim peneliti juga terdiri dari Dita Rizki Amalia, S.Pd., M.Kom. dan Sonty Lena, S.Kom., M.Kom.
Sistem ini memanfaatkan data SPH-BST periode 2018–2025. Dari 992 observasi, 786 data memenuhi kriteria kualitas. Data mencakup luas tanam, produktivitas, iklim, koordinat, hingga pola musiman.
Hasil analisis menunjukkan total produksi mangga 2018–2025 mencapai 917.154,25 ton. Rata-rata produktivitas 8,507 ton/ha. Produksi bersifat musiman, 73,97% terjadi pada TW3-TW4 atau Juli–Desember.
Dalam pemodelan, tim membandingkan Random Forest, XGBoost, dan LSTM. Berdasarkan validasi, LSTM dipilih untuk deployment karena RMSE terendah 7,5491. Namun pada uji data 2025, Random Forest justru lebih akurat.
Analisis spasial menunjukkan Cikedung tertinggi dengan 13,649 ton/ha. Sementara Haurgeulis mencatat produksi kumulatif terbesar 203.967,83 ton.
PELEM AYU dapat diakses di *https://pelemayu.com*. Fiturnya lengkap: input data SPH-BST, verifikasi Dinas, analisis historis, machine learning, hingga forecasting 2026–2030 untuk 21 kecamatan. Proyeksi produksi diprediksi naik dari 100.613,64 ton pada 2026 menjadi 110.605,97 ton pada 2030.
“PELEM AYU membuktikan data pertanian bisa diolah jadi informasi untuk pengambilan keputusan. Ini langkah POLINDRA dukung smart plantation dan penguatan komoditas mangga Indramayu,” ujar Ali Fikri.**
Bakhrudin
——-
![]()
