UNNES Berdayakan Komunitas Anak Terlantar di Kota Semarang Melalui Inkubasi Bisnis Edu-Ecoprint Berbasis Ethnogreen
SEMARANG-JAYANEWS.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses melaksanakan program pemberdayaan ekonomi dan lingkungan berkelanjutan bertajuk “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Melalui Inkubasi Bisnis Edu-Ecoprint Berbasis Ethnogreen Pada Komunitas Anak Terlantar Kota Semarang”, Minggu 20 Juli 2026. Kegiatan pengabdian ini diinisiasi oleh tim akademisi Lintas disiplin yang diketuai oleh Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom., serta beranggotakan Dr. Alamsyah, S.Si., M.Kom., Endang Sugiharti, S.Si., M.Kom., Abas Setiawan, S.Kom., M.Cs., Lola Kurnia Pitaloka, S.Pd., M.Pd., Nur Fateah, S.Pd., M.A., Widodo, M.Pd., dan Dra. Sri Prastiti Kusuma A., M.Pd. Program inovatif ini berfokus pada pemberian keterampilan vokasional ramah lingkungan sekaligus wadah wirausaha mandiri bagi anak-anak terlantar dan marjinal di wilayah perkotaan Semarang agar mampu bangkit dan memiliki daya saing ekonomi yang kuat.
Melalui pendekatan inovatif Ethnogreen Edu-Ecoprint, anak-anak dibimbing secara intensif untuk menguasai teknik pencetakan motif alami dari tumbuh-tumbuhan lokal seperti dedaunan jati, jarak, dan lanang pada media kain, yang dipadukan secara harmonis dengan sentuhan ragam hias serta ornamen etnis Nusantara khas Jawa Tengah. Tidak sekadar membekali teknik produksi kerajinan tangan, tim pengabdi UNNES juga mengawal proses Inkubasi Bisnis secara komprehensif dari hulu ke hilir. Tahapan ini mencakup pemilihan bahan baku ramah lingkungan tanpa zat kimia berbahaya, standarisasi dan kontrol kualitas produk, penentuan harga pokok penjualan (HPP) yang presisi, hingga strategi pemasaran digital di media sosial dan platform e-commerce. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa produk olahan kerajinan seperti tote bag, pashmina, pakaian, dan suvenir korporat yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi serta mampu menopang perekonomian peserta secara mandiri dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dirancang secara strategis agar selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Inisiatif ini secara langsung berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan peluang wirausaha baru serta sumber pendapatan mandiri bagi kelompok rentan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan akses pelatihan keterampilan hidup (life skills) dan literasi wirausaha yang inklusif, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) lewat perangkulan anak terlantar ke dalam ekosistem ekonomi produktif perkotaan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan teknik pengolahan berbahan dasar pewarna alam dan bahan biodegradable yang ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komunitas Anak Terlantar Al-Idris, Muhammad Syafii, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian dan keikutsertaan akademisi UNNES dalam mendampingi anak-anak asuhnya. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran tim pengabdi UNNES memberikan angin segar serta harapan baru bagi masa depan anak-anak terlantar di komunitasnya. Selama ini, anak-anak sering kali menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal dan pelatihan keterampilan terstruktur, sehingga program inkubasi bisnis berbasis ecoprint ini menjadi sarana yang sangat berharga untuk membuktikan bahwa mereka juga memiliki potensi besar untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.
Sinergi multidisiplin ilmu yang dihadirkan oleh tim dosen UNNES beserta dukungan penuh dari pengurus Komunitas Anak Terlantar Al-Idris diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata dan berjangka panjang. Melalui pendampingan inkubasi bisnis yang berkelanjutan ini, komunitas anak terlantar di Kota Semarang tidak hanya dilatih untuk terampil dan mandiri secara finansial, tetapi juga dibentuk menjadi wirausahawan muda yang percaya diri, berdaya saing tinggi, serta memiliki wawasan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar.**
Nur Fateah
——-
![]()
