Panggung Hiburan Sandiwara Meriahkan Acara Mapag Sri Desa Rawa Dalem


Panggung Hiburan Sandiwara Meriahkan Acara Mapag Sri Desa Rawa Dalem

Indramayu , JayaNews.Com – Suasana Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, mendadak meriah pada Rabu (15 /4/2026).
Ratusan warga tumpah ruah di Lapangan Desa Rawadalem untuk menyaksikan hiburan Sandiwara yang digelar Pemerintah Desa sebagai puncak acara Mapag Sri.

Mapag Sri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Indramayu untuk menyambut “Dewi Sri” sebagai lambang kesuburan dan rasa syukur atas hasil panen padi. Tahun ini, Pemdes Rawadalem mengemasnya lebih meriah dengan menampilkan grup Sandiwara ” SINARE KOBER” dari Indramayu.

“Mapag Sri ini bentuk ngalap berkah. Padi sudah dipanen, hasilnya alhamdulillah bagus. Sekarang waktunya sedekah bumi dan hibur warga biar semangat tanam lagi,” ujar Kuwu Rawadalem, H. Mukmin, saat membuka acara.

Sejak pagi, warga dari tiga blok—Rawadalem, Karangsong, dan Sukadana—sudah memadati lapangan. Ibu-ibu membawa tikar, anak-anak jajan arum manis, sementara bapak-bapak ngopi di warung dadakan. Tepat pukul 10.00 WIB, tabuh gamelan tanda Sandiwara dimulai.

Lakon yang dibawakan malam itu berjudul “Sri Sadana Katimun”, kisah rakyat tentang Dewi Sri yang turun ke bumi membawa benih padi. Penonton berkali-kali tertawa saat tokoh ‘Cempreng’ muncul dengan banyolan khas Dermayon. “Udah dua tahun nggak ada hiburan kayak gini sejak Covid. Anak-anak seneng banget,” kata Casini (42), warga Blok Karangsong.

Selain Sandiwara, Mapag Sri Rawadalem juga diisi doa bersama di sawah, arak-arakan tumpeng, dan babarit, atau makan bersama di pematang. Seluruh biaya kegiatan berasal dari swadaya warga tani dan kas desa.

Ketua BPD Rawadalem, Warsidi, menambahkan bahwa hiburan rakyat penting untuk menjaga guyub. “Kalau panen bagus tapi warga nggak ngumpul, rasa syukurnya kurang. Sandiwara ini media silaturahmi. Yang muda jadi tahu tradisi orang tua,” jelasnya.

Acara berakhir pukul 23.30 WIB dengan tertib. Bhabinkamtibmas dan Linmas Desa Rawadalem ikut berjaga hingga bubar.

Tradisi Mapag Sri di Rawadalem rencananya akan dijadikan agenda tahunan desa wisata budaya. “Tahun depan mau undang Sandiwara yang lebih besar, sekalian promosi beras Rawadalem,” tutup Kuwu Mukmin.

(Wari)
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!