Tutor PKBM dan Representatif KSU Menguarkan Keluarga di Safari Ramadhan Baplas


Tutor PKBM dan Representatif KSU Menguatkan Keluarga di Safari Ramadhan Baplas

Oleh: Dewi Asih Nusantari

Gerimis turun pelan di pagi itu. Jalan menuju Babakan Plasa (Baplas), Gantar, Indramayu masih basah oleh hujan yang baru saja reda. Namun cuaca tak mampu menghentikan langkah para ibu dari Paguyuban Istri Peduli (PIP). Dengan mantel hujan yang menutupi tubuh, mereka tetap berangkat menuju lokasi kegiatan. Bagi mereka, Safari Ramadhan bukan sekadar perjalanan, melainkan ikhtiar menebar ilmu, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan harmoni keluarga.

Kegiatan Safari Ramadhan 1447 H. Paguyuban Istri Peduli (PIP) kembali digelar sebagai agenda rutin yang mempertemukan para ibu dalam semangat kebersamaan dan pemberdayaan keluarga. Kali ini kegiatan berlangsung di Blok Babakan Plasa (Baplas), Kecamatan Gantar, Indramayu, dengan warga setempat sebagai tuan rumah.

Sejak awal acara, suasana terasa hangat dan penuh keakraban. Sambutan dari perwakilan Blok Baplas membuka kegiatan dengan ungkapan rasa syukur atas kehadiran rombongan Safari Ramadhan. Kehadiran para ibu dari berbagai wilayah itu diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membawa manfaat melalui ilmu yang dibagikan.

Peserta yang hadir merupakan keluarga besar civitas PKBM Al Zaytun sekaligus anggota KSU Desa Kota Indonesia, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, Umi Rohimah sebagai perwakilan dari PIP menyampaikan rencana program organisasi untuk dua bulan ke depan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Memasuki sesi materi, Dewi Asih Nusantari tampil sebagai pemateri pertama yang juga merupakan representatif KSU Desa Kota Indonesia (Kodeko). Dalam paparannya, Dewi mengajak peserta memahami Kodeko dari sudut pandang kesadaran filosofis.

Ia menjelaskan secara runtut mengenai apa itu Kodeko, mengapa masyarakat perlu berkodeko, bagaimana cara menjalankannya, serta untuk apa Kodeko dilakukan. Menurutnya, kesadaran terhadap Kodeko bukan sekadar kewajiban administrasi atau simpanan, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi secara bersama.

Melalui pemaparan tersebut, Dewi berharap warga Blok Baplas yang belum terdaftar dalam Kodeko dapat segera bergabung. Sementara bagi yang sudah terdaftar, diharapkan semakin konsisten dalam menjalankan kewajiban simpanannya sebagai bentuk komitmen dalam membangun kekuatan ekonomi bersama.

Materi berikutnya disampaikan oleh Umi Umutiah, S.Psi, yang merupakan Tutor PKBM Al Zaytun. Ia membawakan materi tentang ilmu parenting dengan pendekatan yang edukatif sekaligus interaktif.

Dalam penyampaiannya, Umi Umutiah menghadirkan berbagai studi kasus yang sangat dekat dengan kehidupan para ibu, mulai dari komunikasi dengan anak hingga dinamika hubungan dalam keluarga. Hal ini membuat para peserta yang hadir tampak antusias memberikan tanggapan dan berbagi pengalaman.

Menurutnya, pemahaman parenting yang baik dapat membantu menciptakan keluarga yang harmonis, memperlancar komunikasi antara suami dan istri, serta menghadirkan lingkungan rumah yang hangat bagi tumbuh kembang anak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan materi dari Ibu Maryuni yang membahas tentang lima bahasa kasih. Melalui materi ini, para peserta diajak mengenali bahasa kasih diri sendiri dan pasangan, sehingga hubungan dalam keluarga dapat terjalin lebih erat dan penuh pengertian.

Diskusi pun berlangsung hangat dan penuh antusias. Banyak peserta merasa materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Tawa, cerita, dan refleksi pengalaman pribadi pun mewarnai suasana hingga akhir acara.

Safari Ramadhan di Blok Baplas hari itu akhirnya bukan sekadar kegiatan silaturahmi. Ia menjadi ruang belajar bersama bagi para ibu untuk memperkuat peran mereka dalam keluarga dan masyarakat.

Di tengah gerimis yang mengiringi perjalanan mereka pagi itu, semangat berbagi ilmu justru terasa semakin hangat dan menjadi pengingat bahwa dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang kuat pula.**

Indramayu,10 Maret 2026
———-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!