Puisi :
Solidaritas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas
Karya : Ali Aminulloh
Hari ini kami berdiri di hadapan luka bangsa,
Saat Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara berbalut duka,
Tanah retak, air meluap, langit ikut bersuara,
Indonesia bergetar dalam satu rasa: kemanusiaan yang terluka.
Kami menyaksikan jiwa-jiwa gugur tanpa aba-aba,
Harta dan harapan runtuh seketika,
Ini bukan semata takdir yang tiba,
Tetapi peringatan atas kelalaian manusia yang lupa makna.
Kami mengakui, keserakahan telah membutakan nurani kita,
Firman Ilahi disisihkan, nafsu dijadikan panglima,
Alam dieksploitasi tanpa rasa dan etika,
Hingga murkanya menjadi bahasa yang paling nyata.
Hari ini kami belajar dari bumi yang terluka,
Bahwa manusialah yang bergantung pada alam semesta,
Bukan alam yang membutuhkan manusia,
Melainkan manusia yang wajib menjaga keseimbangannya.
Ketika alam tak lagi bersahabat dan bersuara,
Manusia merasakan akibat dari perbuatannya,
Maka kami berjanji, di hadapan bangsa dan Pencipta,
Tak akan lagi hidup tanpa adab dan kesadaran bersama.
Di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini kami menyatakan,
Kami bangun kesadaran filosofis sebagai landasan,
Kami tegakkan kesadaran ekologis sebagai pegangan,
Kami hidupkan kesadaran sosial sebagai jalan kemanusiaan.
Dari hati yang jernih dan terbuka tanpa prasangka,
Kami rajut dunia yang saling menjaga,
Bukan dunia yang saling menguasai dan melukai sesama,
Tetapi peradaban yang beradab, adil, dan berjiwa manusia.
Kami meneladani langkah Al Zaytun yang nyata,
Membangun peradaban tanpa merusak alam semesta,
Kesadaran filosofis melahirkan ekologi yang beretika,
Kemajuan tumbuh selaras dengan kehidupan yang dijaga.
Maka hari ini kami serukan dengan suara yang sama,
Solidaritas Tanpa Batas adalah kekuatan bangsa,
Bencana bukan sekadar duka yang memisahkan kita,
Tetapi tali kesetiakawanan yang merajut persahabatan Indonesia.
Dengan solidaritas, kami bangkit bersama,
Mengubah bencana menjadi panggilan cinta sesama,
Menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas yang bermakna,
Bangsa beradab, alam terjaga, kemanusiaan berjaya.
Indramayu, 20 Desember 2025
——–
![]()
