Puisi : Ku Lantunkan Doa dari Langit Doha
Karya : Nur Fateah Mawardi
Dulu untuk bermimpi pun mungkin aku malu
Semua kulipat dalam cita dan anganku
Dari ucap berujung nyata
Ingin bisa menginjakan bumiNya
selain Indonesia
Dan Makkah Madinah jadi cita-cita pertama
Munajat doa itu pun terlaksana
Mendapat surat cinta dariNya
Diundang ke Tanah kelahiran nabi tercinta
Lewat Muamalat yang jadi wasilahnya
Perjalanan demi perjalanan pun terlaksana
Singapura, Malaysia, kini sampai ke Doha
Perempuan dari dusun terpencil di Indonesia
Kembali melangitkan doa
Seraya berucap betapa Allah Maha Segalanya
Melalui wasilah dua sahabatnya
Serta doa tulus orang-orang tercinta
Kini Doha Qatar jadi persinggahan berikutnya
Kulangitkan doa
Semoga orang-orang yang kucinta kelak bisa keliling dunia
Mentadaburi ciptaanNya.
Rabu, 29 Oktober 2025
Pukul 00.32 waktu Doha,Qatar
Catatan :
Puisi dibuat oleh penulis saat transit di Doha Qatar, perjalanan menuju Belanda dalam kegiatan misi GK perdagangan kerjasama Nestra, PUI UNNES, kemendag.
Puisi ini sebagai pengingat bahwa ucapan bisa menjadi doa, maka berucaplah yang baik.
Beranilah bermimpi setinggi-tingginya dan teruslah berdoa serta berusaha. Libatkan orang-orang tercinta untuk mendukung tiap usaha.*
Redaksi
—-
![]()
