INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Untuk mendukung pelaku UMKM tempe naik kelas, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) mengimplementasikan Teknologi Mesin Peniris Kacang Kedelai di UMKM Tempe Al Barokah, Karangampel, Indramayu, Jawa Barat.
Tim PKM Polindra terdiri dari Ketua Leo Van Gunawan, M.T., dengan anggota Muhammad Luthfi, M.Sc., dan Adi Kusmayadi, Ph.D., serta mahasiswa pembantu lapangan Siti Nuhadijah dan Moh Chappy Haris Safarudin.
Ketua Tim PKM Polindra, Leo Van Gunawan, kepada awak media, Rabu (28/10/2026), mengatakan pihaknya memilih UMKM Tempe Al Barokah karena proses penirisan kacang kedelai sebagai bahan baku masih dilakukan secara manual.
“Kami ingin mempermudah proses produksi pelaku UMKM tempe ini dengan memanfaatkan teknologi hasil karya Tim PKM Polindra,” kata Gunawan.
Cara kerja mesin peniris ini menggunakan prinsip gaya putar untuk menghilangkan kadar air dari kedelai setelah proses perendaman.
“Keunggulannya, dapat mempercepat proses penirisan dari cara manual yang membutuhkan waktu 3-4 jam menjadi sekitar 30 menit saja,” jelasnya.
Gunawan menyebutkan, pengembangan dan implementasi mesin membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan. Dalam pengerjaannya, sempat ada kendala daya listrik mitra yang tidak kuat untuk memutarkan motor listrik.
“Karena itu, kami mengganti motor listrik dengan motor bensin sebagai motor penggeraknya,” katanya.
Dengan adanya mesin peniris kacang kedelai, pihaknya berharap pelaku UMKM tempe dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menghemat waktu proses.
“Selain menghemat waktu, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi UMKM khususnya di wilayah Indramayu,” pungkasnya.
Inovasi ini sejalan dengan upaya mendorong UMKM tempe di Jawa Barat untuk naik kelas agar mampu menembus pasar lebih luas, termasuk peluang dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah.
Penulis : Bakhrudin
Editor : Nuryaji
—–
![]()
