Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I., CFLS., CLA. , Rektor INSIA Indramayu
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipusatkan di Kampus Hijau Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu tahun ini harusnya jadi tamparan keras. Bukan sekadar panggung apel, drumband, kreasi seni dan sambutan Wakil Menteri Agama RI.
Karena tema tahun ini, Santri dan Revolusi Jihad, memaksa kita jujur: tanpa Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari 22 Oktober 1945, Indonesia mungkin sudah bubar sebelum merdeka.
Sejarah yang Sengaja Dikaburkan
Mari kritis. Buku sejarah sekolah hanya menulis 10 November sebagai Hari Pahlawan. Tapi siapa yang menggerakkan 10 November?
Resolusi Jihad. Fatwa KH. Hasyim Asy’ari yang menyatakan bahwa melawan penjajah hukumnya Fardhu ‘Ain. Dari fatwa itulah, ribuan santri dan kyai dari pelosok Jawa, termasuk dari Indramayu, berbondong-bondong ke Surabaya dengan bambu runcing. Mereka tidak punya pangkat, tidak punya senjata modern, hanya punya satu: kalimat, hubbul wathan minal iman.
Kontribusi santri itu bukan bumbu sejarah, tapi daging sejarahnya itu sendiri.
Ironi Hari Santri Hari Ini
Lalu apa kontribusi santri hari ini setelah 80 tahun merdeka?
Ini yang tajam. Dulu santri merevolusi jihad dengan darah. Hari ini, banyak santri direduksi menjadi objek politik 5 tahunan, dieksploitasi suaranya tapi dilupakan pesantrennya.
Pesantren masih berjuang dengan ijazah yang dipandang sebelah mata, dengan ekonomi yang rentan, sementara anggaran negara lari ke proyek-proyek mercusuar.
Jika HSN di Kampus Hijau Kaplongan hanya berhenti pada upacara, maka kita telah mengkhianati revolusi jihad itu sendiri.
Tantangan Dari Kampus Hijau Kaplongan
Dari Kaplongan Indramayu, kita teriakkan: Revolusi Jihad hari ini bukan lagi angkat senjata, tapi revolusi melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan radikalisme yang membajak agama, dan melawan korupsi yang menggerogoti negeri.
Kampus Hijau Darul Ma’arif menjadi saksi, bahwa santri tidak boleh hanya jadi penjaga surau. Santri harus jadi rektor, jadi bupati, jadi menteri, jadi pengusaha. Menguasai ilmu dan teknologi tanpa melepas sarung.
Selamat Hari Santri. Jangan cuma jadi santri yang dirayakan, jadilah santri yang merayakan kemerdekaan dengan karya nyata.
Indramayu, 22 Oktober 2026
——
![]()
