MAKAM KERAMAT KI JEBUG ANGRUM, SETANA BOJONGSARI BLOK KETAPANG INDRAMAYU

Makam Keramat Ki Jebug Angrum, Setana Bojongsari Blok Ketapang, Indramayu.

Oleh : Wari Wicatman

Menurut warga setempat, Ki Jebug Angrum itu adalah Mbah Buyut / sesepuh cikal bakal Bojongsari. Makanya makamnya disebut Setana – tempat yang dituakan.

Kalau dilihat dari kacamata budaya, makam ini bukan cuma soal keramat atau mistis, ada 3 nilai besar di situ:

1. Nilai Sejarah Lokal.

Bojongsari itu salah satu kelurahan tua di Indramayu Kota. Hampir tiap blok punya Buyut-nya sendiri. Ki Jebug Angrum ini penanda identitas Blok Ketapang. Tanpa makam-makam Buyut seperti ini, sejarah lisan Indramayu bisa hilang karena tidak tertulis di buku resmi.

2. Nilai Sosial – Tradisi Unjungan.

Tiap Oktober warga Ketapang gelar unjungan di makam ini. Warga patungan, bawa tumpeng, doa bersama, terus ada hiburan wayang / sandiwara. Ketua panitianya sendiri bilang tujuannya bukan minta-minta, tapi “hiburan, melestarikan adat budaya, doa bersama serta menjalin silaturahmi”.

Ini sebenarnya kearifan lokal yang bagus. Di tengah Indramayu yang makin modern, unjungan jadi alasan warga yang merantau pulang, pedagang kaki lima hidup, dan silaturahmi jalan.

3. Nilai Spiritual.

Disebut keramat karena dianggap orang yang takwa dan punya karomah semasa hidup. Bagi peziarah, datang ke makam Buyut itu untuk mendoakan leluhur, bukan menyembah makamnya. Selama niatnya tabarukan doa dan tawasul, ini masih dalam tradisi Islam Nusantara yang umum di pantura.

Indramayu, 27 September 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!