PEKANBARU-JAYANEWS.COM — Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi di DPRD Kota Pekanbaru pada Rabu, 7 Oktober 2026, seorang aktivis mahasiswa yang disebut sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Mahasiswa Riau Menggugat (GERAM), Satria Andhika, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan intimidasi.
Koordinator Umum GERAM, Andre Kasa, mengatakan dugaan penganiayaan terhadap Satria terjadi pada Minggu malam, 4 Oktober 2026, di kawasan Pujasera Royalti sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut Andre, sebelum kejadian, dirinya bersama Satria dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal dan diajak bertemu dengan alasan membicarakan rencana aksi GERAM terkait persoalan THM tersebut.
Namun, kata Andre, pertemuan itu justru berujung pada dugaan pemukulan terhadap Satria. Ia juga mengklaim adanya ancaman agar pihaknya tidak melanjutkan rencana aksi di DPRD Kota Pekanbaru.
“Kami mengecam keras dugaan penganiayaan dan intimidasi yang kami alami menjelang aksi di DPRD Kota Pekanbaru. Kami tidak akan menuduh siapa pun tanpa bukti, tetapi kami mempertanyakan mengapa kejadian tersebut terjadi tepat menjelang aksi,” ujar Andre, Senin 5 Oktober 2026.
Andre mengatakan pihaknya telah membuat laporan resmi kepada kepolisian dengan Nomor: STTPL/1336/X/2026/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau.
“Kami telah menyerahkan bukti dan proses hukumnya kepada pihak kepolisian. Selanjutnya kami meminta aparat mengusut perkara ini secara transparan dan profesional,” katanya.**
Penulis : RN
Editor : NJ
——
![]()
